Banten, Nusantara Media - Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Berdasarkan laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau yang dirilis oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung dengan ketinggian 157 meter di atas permukaan laut ini terpantau mengalami aktivitas kegempaan yang cukup intensif pada periode pengamatan 6 September 2026 pukul 06:00 hingga 12:00 WIB.

​Laporan yang disusun oleh pengamat Deny Mardiono, A.Md., mencatat adanya satu kali gempa letusan dengan amplitudo mencapai 50 mm dan durasi 16 detik. Selain letusan utama tersebut, aktivitas seismik gunung api aktif ini juga diwarnai oleh berbagai jenis gempa susulan yang mencerminkan dinamika magma di bawah permukaan.

​Tercatat sebanyak 4 kali gempa hembusan beramplitudo 28-41 mm dengan durasi 16-37 detik, serta 15 kali gempa Low Frekuensi beramplitudo 22-57 mm. Selain itu, petugas juga merekam 7 kali gempa Hybrid atau fase banyak dengan kisaran amplitudo 29-52 mm. Aktivitas kegempaan ini diperkuat dengan terekamnya tremor menerus atau microtremor dengan kisaran amplitudo 6 hingga 45 mm, di mana dominasi amplitudo berada pada angka 10 mm.

- Advertisement -
Advertisement

​Dari aspek visual, kondisi cuaca di sekitar kawasan gunung terpantau berawan dengan hembusan angin yang lemah mengarah ke timur laut dan barat laut. Suhu udara tercatat berkisar antara 27 hingga 27,1 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, yakni 72 hingga 78 persen. Keadaan visual puncak gunung sendiri tertutup kabut dengan ketebalan level 0 hingga III, sehingga asap dari kawah utama tidak teramati secara langsung oleh petugas di pos pengamatan. Kendati demikian, kondisi perairan di sekitar selat terpantau tenang dan aman dari gelombang ekstrem.

​Menanggapi rangkaian aktivitas vulkanik yang intensif ini, PVMBG bersama Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga. Status ini mengindikasikan adanya potensi ancaman bahaya yang harus diwaspadai oleh masyarakat luas.

Baca Juga Ribuan Buruh Gelar Demo Aman di Depan DPR: Tuntut Hapus Outsourcing dan Reformasi Upah!

​Seiring dengan ditetapkannya status Siaga tersebut, otoritas terkait mengeluarkan rekomendasi dan imbauan keselamatan yang ketat demi melindungi keselamatan publik. Seluruh masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta para pendaki dilarang keras untuk mendekati area gunung atau melakukan segala bentuk aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari kawasan kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

​Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh berita hoaks atau informasi yang tidak bersumber dari instansi berwenang, serta senantiasa mematuhi arahan resmi dari PVMBG dan Badan Geologi demi menghindari potensi risiko bencana alam vulkanik.