Pandeglang, Nusantara Media – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV yang dilaksanakan oleh Kodim 0601/Pandeglang terus menunjukkan progres signifikan.
Pada Selasa, 05 Mei 2026, kegiatan pembangunan yang tersebar di beberapa titik wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, masih berlangsung dengan melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat.
Di lapangan, tampak prajurit TNI bersama warga bahu-membahu mengerjakan proses betonisasi pondasi jembatan. Semangat gotong royong menjadi pemandangan utama, di mana personel dan masyarakat bekerja secara terpadu untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan warga.
Adapun sasaran pembangunan meliputi empat titik jembatan gantung strategis yang menghubungkan antar desa dan kampung, yaitu:
Jembatan Gantung Sungai Cisuaken di Kampung Sinarsari, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibaliung, dengan panjang 50 meter yang menghubungkan Kampung Sinarsari dan Kampung Sukamanah. Jembatan ini akan dimanfaatkan oleh sekitar 250 Kepala Keluarga (KK).
Saat ini progres pembangunan telah mencapai 40,10% dengan fokus pekerjaan pada pengadaan material, pembesian pondasi, dan betonisasi pondasi.
Jembatan Gantung Sungai Cibaliung di Kampung Sukamanah, Desa Sorongan, Kecamatan Cibaliung, sepanjang 50 meter yang menghubungkan Desa Sorongan dan Desa Cibingbin. Jembatan ini akan memberikan akses bagi sekitar 700 KK.
Progres pembangunan telah mencapai 40,60% dengan pekerjaan yang sama, yakni pengadaan material dan pengerjaan pondasi.
Jembatan Gantung Sungai Cikasap (Hilir) di Kampung Karang Putih, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cibitung, sepanjang 50 meter yang menghubungkan Desa Sindangkerta dan Desa Kutakarang.
Jembatan ini diperuntukkan bagi sekitar 650 KK dengan progres pembangunan 39,30%, saat ini difokuskan pada pekerjaan pembesian pondasi.
Jembatan Gantung Sungai Cikasap (Hulu) di Kampung Tamansari, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cibitung, dengan panjang 75 meter yang menghubungkan Kampung Tamansari dan Kampung Kiara Jangkung.
Jembatan ini akan melayani sekitar 300 KK dengan progres pembangunan mencapai 38,95%, yang saat ini masih dalam tahap pekerjaan galian dan pembesian.
Seluruh pembangunan jembatan ini dimulai sejak 31 Maret 2026 dan terus dikebut demi mempercepat akses mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan 20 personel yang terdiri dari 4 anggota TNI, 2 tukang, 2 teknisi, serta 12 orang masyarakat. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan daerah.
Kondisi cuaca selama kegiatan berlangsung cukup bervariasi, dengan pagi hari cerah, siang mendung, dan sore hari diguyur hujan. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para personel di lapangan untuk terus melanjutkan pekerjaan.
Secara umum, situasi di wilayah kegiatan terpantau aman dan terkendali, serta tidak terdapat hal menonjol yang menghambat jalannya pembangunan.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar akses ekonomi, pendidikan, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Pandeglang.
Selain itu, kehadiran jembatan ini menjadi solusi atas keterisolasian wilayah yang selama ini menjadi kendala utama bagi warga setempat.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!