Juara dunia MotoGP dua kali, Francesco Bagnaia, harus menepi dari sirkuit setelah mengalami insiden parah yang berujung pada cedera serius pada balapan sprint Grand Prix Qatar di Sirkuit Internasional Losail, Sabtu. Pembalap pabrikan asal Italia itu terlempar ke udara secara mengerikan setelah diseruduk oleh rider Gresini Fermin Aldeguer yang kehilangan kendali saat melakukan pengereman keras di awal balapan.

Kecelakaan dramatis tersebut langsung memicu bendera merah berkibar, memaksa pengawas balapan menghentikan sesi dan menjadwalkan ulang perlombaan secara utuh tanpa kehadiran sang pembalap andalan Borgo Panigale. Padahal, akhir pekan di Qatar ini sempat menjanjikan performa kompetitif terbaik bagi Bagnaia yang sebelumnya merasa kembali menemukan bentuk kecepatan terbaiknya bersama mesin pabrikan Ducati.

Segera setelah insiden maut tersebut, Bagnaia langsung dilarikan ke pusat medis sirkuit untuk mendapatkan pemeriksaan intensif oleh Direktur Medis MotoGP, Dr Angel Charte. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dirilis oleh tim Ducati, benturan keras itu meninggalkan dampak fisik yang cukup berat pada bagian kaki kanan sang juara dunia.

- Advertisement -
Advertisement

Pemeriksaan medis awal yang dilakukan pada Pecco Bagnaia di pusat medis Sirkuit Internasional Losail telah mengungkapkan adanya dua patah tulang di kaki kanannya, yang memengaruhi metatarsal keempat dan kelima. Pihak tim pabrikan Borgo Panigale juga mengonfirmasi bahwa sang pembalap harus segera dipindahkan ke Rumah Sakit Doha untuk menjalani serangkaian tes lanjutan guna memutuskan apakah cedera tersebut memerlukan tindakan operasi.

Baca Juga Persiapan GP Australia 2027: Bintang Moto2 Tinjau Sirkuit Baru Adelaide

Cedera parah ini dipastikan menutup peluang Bagnaia untuk turun bertanding pada balapan utama Grand Prix Qatar hari Minggu, sementara sisa musim balap tahun ini masih berada dalam tanda tanya besar. Mengingat kalender MotoGP musim ini hanya menyisakan dua seri balapan lagi dengan jeda dua pekan sebelum rangkaian penutup di kawasan Iberia, waktu pemulihan yang singkat menjadi tantangan tersendiri bagi sang pembalap.

Situasi ini tentu menjadi pukulan emosional dan fisik yang berat bagi Bagnaia, yang sukses merebut dua gelar juara dunia berturut-turut pada musim 2022 dan 2023. Setelah melalui dua musim terakhir yang penuh dengan tantangan bersama Ducati, kepindahannya ke tim Aprilia musim depan kini dibayangi oleh proses pemulihan cedera yang krusial. Sementara itu, Fermin Aldeguer yang menjadi penyebab insiden harus menerima hukuman dua kali menjalani long lap penalty pada balapan lanjutan yang digelar kemudian.