Federasi Automobil Internasional (FIA) secara resmi mengesahkan langkah-langkah baru yang dirancang untuk menutup berbagai celah dalam regulasi pembatasan biaya di ajang balap mobil paling bergengsi di dunia. Kebijakan yang telah disetujui oleh Dewan Olahraga Motor Dunia ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan yang memberikan keuntungan bagi sebuah tim tidak dilakukan di bagian lain dari organisasi yang lebih luas tanpa tercatat secara akurat di bawah batasan anggaran yang berlaku.
Langkah-langkah pengetatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembaruan regulasi yang lebih luas untuk musim-musim mendatang. Sebelumnya, badan pengatur telah menerapkan kontrol yang mengatur transfer kekayaan intelektual serta biaya yang dialokasikan kepada para karyawan yang bekerja di berbagai aktivitas berbeda. Namun, kekhawatiran tetap muncul di kalangan pengamat bahwa kedekatan fisik antara staf yang mengerjakan proyek terpisah dapat memungkinkan keahlian teknis mengalir ke operasi balap tanpa terdeteksi oleh batas pengeluaran.
Berdasarkan aturan operasional yang akan diberlakukan, tim-tim diwajibkan untuk mendirikan ruang kerja yang dikontrol secara ketat dan terpisah dari area yang digunakan oleh karyawan yang mengerjakan proyek di luar ajang balap utama. Sistem masuk elektronik kini diwajibkan untuk mengelola akses ke area-area terlarang tersebut, sementara catatan rinci harus disimpan selama tiga tahun untuk mengantisipasi pemeriksaan berkala dari pihak pengawas.
Meskipun demikian, karyawan dari divisi balap dan non-balap masih diizinkan untuk berbagi fasilitas umum seperti kantin dan area parkir, namun mereka tetap dilarang keras untuk melakukan pekerjaan profesional di ruang-ruang bersama tersebut. Fasilitas penting lainnya seperti terowongan angin dan simulator canggih hanya dapat digunakan secara bergantian dan terpisah, sementara sistem komputer serta jaringan komunikasi mereka juga harus diisolasi sepenuhnya.
Selain fasilitas fisik, perpindahan personel antar-divisi juga menjadi sasaran utama dalam aturan baru ini guna menghentikan praktik pemindahan karyawan demi menghindari pembatasan pengeluaran. Staf yang berpindah dari divisi non-balap ke dalam tim utama diwajibkan untuk menjalani masa jeda selama tiga bulan jauh dari kedua operasi tersebut sebelum mereka dapat mengambil peran baru mereka.
Baca Juga Haas Ungkap Reaksi Toyota Usai Tolak Pembalap Binaan untuk F1 2027Setelah masa jeda tersebut, para karyawan yang berpindah posisi diwajibkan untuk bekerja secara eksklusif di dalam divisi utama selama minimal dua belas bulan berturut-turut. Aturan ketat serupa juga akan diberlakukan bagi personel yang keluar dari tim utama, termasuk penyesuaian kontrak kerja, pembatasan akses teknologi informasi, serta kewajiban untuk memperhitungkan gaji mereka ke dalam batasan anggaran tahun berjalan.
Dilansir dari Speedcafe, pembaruan komprehensif ini diharapkan dapat memaksa sejumlah tim untuk merombak ulang cara operasional fasilitas dan departemen teknik mereka agar sepenuhnya patuh pada aturan finansial yang berlaku. Dengan penutupan celah ini, persaingan di lintasan balap F1 diharapkan menjadi jauh lebih adil dan transparan bagi seluruh kontestan yang terlibat dalam kejuaraan dunia.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!