Keputusan strategi Ferrari di Grand Prix Belanda kembali menjadi sorotan. Peter Windsor, mantan manajer tim Formula 1, menilai bahwa tim asal Italia itu seolah 'takut' untuk memberikan instruksi tegas kepada Lewis Hamilton dan Charles Leclerc.
Hamilton nyaris meraih podium di Zandvoort, tetapi harus puas finis keempat di belakang George Russell dan di depan rekan setimnya, Leclerc. Pembalap asal Inggris itu sempat mengeluh melalui radio tim karena merasa strategi yang dijalankan membuang waktu, terutama saat ia terjebak di belakang Leclerc dengan ban baru.
Dalam podcast Cameron CC, Windsor mengungkapkan bahwa Ferrari tidak mampu mengelola dinamika dua pembalap bintang. Ia menyayangkan keputusan tim untuk mengganti Carlos Sainz dengan Hamilton, yang menurutnya justru merusak keseimbangan tim.
"Saya selalu bilang, Charles Leclerc dan Carlos Sainz adalah tim yang sangat bagus. Carlos cukup cepat untuk menang saat Charles bermasalah, tapi dia tidak akan pernah menginjak kaki Charles. Itu tim yang seimbang," ujar Windsor. "Lalu apa yang mereka lakukan? Mereka menghancurkannya dan merekrut Lewis."
Windsor menegaskan bahwa Ferrari seharusnya mempertahankan Sainz, karena memiliki dua bintang besar di tim justru membuat manajemen menjadi mustahil. "Anda tidak bisa mengelolanya karena Charles punya pandangannya sendiri, Lewis punya pandangannya sendiri. Keduanya harus dihormati, dan para insinyur di garasi tidak punya kemampuan untuk mengelola itu," tambahnya.
Baca Juga Kontrak Williams: Albon Pilih Satu Musim, Sainz Tetap SetiaIa juga menyoroti peran Frederic Vasseur sebagai prinsipal tim. Menurut Windsor, Vasseur seharusnya mengambil keputusan tegas di atas trek, bukan membiarkan para insinyur yang bingung. "Kalau Anda merekrut Lewis Hamilton untuk menggantikan Carlos Sainz, Anda tahu akan ada drama. Situasi di Zandvoort pasti terjadi. Anda butuh seseorang yang bisa mengambil keputusan dan dihormati kedua pembalap," jelasnya.
Windsor juga menegaskan bahwa Ferrari tampak takut untuk memerintah Leclerc maupun Hamilton. "Oh ya, tentu saja. Tapi mereka juga tidak mau melakukannya kepada Lewis Hamilton. Itulah maksud saya. Mereka tidak bisa berkata kepada kedua pembalap," pungkasnya.
Kegagalan strategi ini membuat Ferrari kehilangan poin penting di klasemen konstruktor. Situasi ini juga memicu pertanyaan besar tentang masa depan tim di musim 2026, terutama dengan Lewis Hamilton yang mulai menunjukkan ketidakpuasannya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!