Dua dekade telah berlalu sejak Fernando Alonso mengamankan gelar juara dunia keduanya tepat pada 22 Oktober 2006. Pebalap asal Spanyol ini merefleksikan perjalanan panjangnya di ajang balap mobil paling bergengsi di dunia, mengakui bahwa dirinya tidak pernah membayangkan masih akan membalap sebagai seorang pilot Grand Prix bertahun-tahun kemudian di usianya yang sekarang.
Sebagai satu-satunya pebalap di grid saat ini yang telah merasakan berbagai era regulasi mesin—mulai dari deru mesin V10, V8, era awal sistem pemulihan energi, hingga mesin turbo V6 hybrid yang digunakan sejak 2016 serta unit daya masa depan 2026—perspektif Alonso mengenai evolusi teknis ini sangat mendalam. Dilansir dari Speedweek, juara dunia dua kali ini mengenang kembali bagaimana regulasi mesin masa lalu sangat berbeda dibandingkan dengan standar industri otomotif global saat ini.
Dalam komentarnya mengenai transformasi olahraga ini, bintang Aston Martin tersebut menyatakan bahwa dunia telah berubah secara drastis. Mobil-mobil balap dari dua dekade lalu menawarkan sensasi berkendara yang luar biasa berkat bobot yang ringan dan suara mesin yang menggelegar, meski ia menyadari bahwa teknologi tersebut mungkin sudah tidak lagi relevan dengan kondisi dunia modern saat ini.
Alonso menyoroti betapa seringnya pergantian mesin pada masa lalu, di mana tim menggunakan spesifikasi mesin berbeda untuk sesi latihan bebas hari Jumat, sesi kualifikasi hari Sabtu, hingga perlombaan utama pada hari Minggu. Pendekatan operasional tersebut dinilai mustahil untuk diterapkan di era modern yang menuntut efisiensi tinggi dan kesadaran lingkungan.
Baca Juga Hasil F1 GP Belanda 2026: Norris Menang, Verstappen Tersingkir di Lap PertamaDi sisi lain, pebalap berpengalaman ini tidak menutup mata terhadap kebutuhan adaptasi olahraga otomotif terhadap perkembangan zaman, termasuk penerapan sistem hybrid. Tantangan utama yang harus diselesaikan oleh para pemangku kepentingan adalah menemukan keseimbangan proporsi yang ideal antara tenaga pembakaran internal dan komponen elektrik agar esensi balapan tetap terjaga.
Meskipun demikian, kritik tajam tetap dilontarkan oleh pebalap senior FIA tersebut terhadap regulasi mesin dan arah perkembangan teknis Formula 1 menuju musim 2026. Kritik pedas ini bahkan sempat memicu spekulasi mengenai masa depan kariernya di ajang balap jet darat, mengingat dirinya merasa kehilangan sebagian esensi kenikmatan murni dalam memacu kendaraan di batas maksimal.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!