Insiden panas antara Max Verstappen dan Liam Lawson pada sesi latihan bebas kedua Grand Prix Meksiko terus memicu perdebatan sengit di paddock Formula 1. Ketegangan bermula ketika kedua pembalap melaju berdampingan di area stadion, di mana Verstappen sedang berada dalam putaran cepat sementara Lawson tidak. Meskipun insinyur Lawson telah memberikan peringatan bahwa sang juara dunia sedang mendekat, duel ketat tetap tidak terhindarkan selama beberapa tikungan sebelum akhirnya berujung pada senggolan keras di Tikungan 14.

Akibat insiden tersebut, komisi balap Formula 1 memutuskan untuk memberikan hukuman penalti turun satu posisi di grid balapan hari Minggu kepada kedua pembalap yang terlibat. Verstappen sendiri tidak dapat menyembunyikan kekesalannya seusai sesi latihan berakhir. Pembalap asal Belanda itu secara terbuka melontarkan kritik tajam dan menyebut aksi tersebut sebagai perilaku yang tidak cerdas, terutama mengingat situasi Lawson yang masih berjuang mengamankan masa depan kursinya di ajang balap mobil bergengsi tingkat dunia ini.

Situasi pelik ini langsung menarik perhatian mantan pembalap Formula 1 asal Kolombia, Juan Pablo Montoya. Peraih tujuh kemenangan Grand Prix tersebut secara terbuka membela kemarahan Verstappen. Dengan gaya khasnya yang blak-blakan, Montoya bahkan menyatakan bahwa jika dirinya berada di posisi Verstappen saat insiden itu terjadi, ia tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang jauh lebih agresif di atas lintasan demi menegaskan dominasinya.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam komentarnya di F1 TV, Montoya mengupas secara mendalam dinamika insiden antara kedua pembalap muda berbakat tersebut. Ia mengakui bahwa Lawson memiliki hak untuk membela diri dan mempertahankan posisinya dari tekanan sang juara bertahan. Namun di sisi lain, ia sangat memahami mengapa Verstappen merasa begitu geram karena harus mengorbankan catatan waktu berharganya akibat manuver bertahan yang dinilai terlalu memaksa di area trek sempit.

"Saya melihat hal itu dan saya memahami bahwa Liam merasa itu adalah aksi telat yang diperlukan, dan dia tetap berhasil melewati tikungan," ujar Montoya dalam analisisnya. "Dan Max tetap bertahan di situ, lalu dia berkata, 'Kau akan tetap di situ, kalau begitu aku akan memaksamu keluar jalur'. Liam masuk terlalu dalam dan menggunakan seluruh bagian trek, lalu Max berkata, 'Aku akan memotong jalur dan menabrakmu'. Anda tidak akan mengendurkan gas. Jika saya berada di posisi Liam, saya pikir apa yang dilakukan Liam adalah hal yang benar. Jika saya berada di posisi Max, saya akan memasukkannya ke dalam pembatas ban."

Baca Juga Lewis Hamilton Sambut Baik Rencana Grand Prix F1 di Afrika

Di sisi lain, sudut pandang berbeda datang dari mantan pembalap IndyCar, James Hinchcliffe. Ia memilih untuk menyalahkan kedua pembalap atas insiden tabrakan tersebut dan menilai reaksi emosional maupun komentar pedas yang dilontarkan oleh Verstappen sebagai sesuatu yang sama sekali tidak diperlukan di tengah pekan balapan yang sibuk.

Hinchcliffe menegaskan bahwa kedua belah pihak sama-sama memegang porsi kesalahan yang merugikan tim secara keseluruhan. Akibat senggolan tersebut, Verstappen terpaksa menghabiskan sisa sesi latihan dengan kondisi lantai mobil yang mengalami kerusakan, sehingga mengorbankan pengumpulan data krusial bagi tim. Menutup rangkaian insiden akhir pekan ini, kedua pembalap harus menerima tambahan satu poin penalti pada lisensi super mereka menyusul keputusan investigasi pengawas balapan.