Tim Formula 1 Ferrari kembali memperkuat barisan teknis mereka dengan merekrut personel kunci dari divisi unit daya Mercedes. Langkah strategis ini dilakukan untuk mendongkrak performa sasis mobil dalam persaingan ketat kejuaraan dunia konstruktor musim ini yang kian memanas.

Berdasarkan informasi yang tercantum pada profil profesional LinkedIn miliknya, Jasper van Schaick resmi bergabung dengan skuad asal Maranello tersebut sebagai spesialis sistem kendaraan sasis pada Oktober tahun ini. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan teknis kendaraan Scuderia.

Sebelum memutuskan hijrah ke Italia, van Schaick menghabiskan waktu selama hampir delapan tahun bersama Mercedes AMG High Performance Powertrain setelah bergabung dengan pabrikan asal Brixworth tersebut pada 2018. Pengalaman panjangnya di departemen mesin diyakini akan memberikan perspektif berharga bagi departemen sasis Ferrari.

- Advertisement -
Advertisement

Selama periode 2018 hingga 2024, van Schaick awalnya bertugas sebagai insinyur mekanik di divisi HPP. Dalam kapasitas tersebut, ia terlibat langsung dalam perancangan sistem unit daya Formula 1 serta menjalin kerja sama erat dengan departemen sasis untuk mengoptimalkan paket keseluruhan mobil.

Memasuki September 2024, van Schaick dipercaya mengemban posisi baru sebagai insinyur konsep di HPP. Pada masa tersebut, ia bertanggung jawab mengembangkan ide-ide inovatif untuk unit daya Mercedes sambil tetap mempertahankan koordinasi intensif dengan tim sasis.

Periode pengabdian van Schaick di Mercedes beririsan langsung dengan masa kejayaan Lewis Hamilton ketika meraih gelar juara dunia Formula 1 pada musim 2018, 2019, dan 2020. Kolaborasi tidak langsung di masa lalu ini turut mengantar sang pebalap asal Inggris menjadi pemegang rekor kemenangan terbanyak sepanjang sejarah ajang balap bergengsi ini.

Kepindahan van Schaick ke Maranello sekaligus mempertemukannya kembali dengan Hamilton. Pebalap senior tersebut sempat meluapkan kekecewaannya terhadap laju kompetitif mobil Ferrari dibandingkan para rival terdekatnya pada beberapa bulan awal musim ini setelah meninggalkan Mercedes musim lalu.

Baca Juga Alpine Pertahankan Franco Colapinto untuk F1 2027

Musim 2026 sendiri menunjukkan tren yang jauh lebih positif bagi sang juara dunia tujuh kali. Hamilton sukses mengamankan kemenangan perdana bersama panji Ferrari di Sirkuit Barcelona-Catalunya, memupus keraguan yang sempat muncul pada awal kampanyenya bersama tim Kuda Jingkrak.

Menyongsong akhir pekan Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas, Hamilton kini menempati peringkat ketiga dalam klasemen sementara kejuaraan dunia pebalap dengan mengoleksi 229 poin. Posisinya terus mendapat tekanan ketat setelah rival utamanya meraih hasil impresif.

Kemenangan beruntun di Grand Negeri Jiran Malaysia dan Singapura membuat Max Verstappen kini hanya terpaut delapan angka saja di belakang pebalap andalan Ferrari tersebut. Apabila mampu mempertahankan posisi ketiga hingga akhir musim, capaian ini akan menjadi hasil akhir terbaik bagi Hamilton sejak musim 2023.

Sementara itu di kategori konstruktor, Ferrari masih kokoh berada di peringkat kedua klasemen jelang rangkaian GP AS dengan mengantongi total 444 poin. Tim kebanggaan tifosi ini memiliki keunggulan margin aman atas McLaren yang berada di tangga ketiga klasemen.