Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, secara tegas membantah berbagai laporan dan rumor yang mengaitkan Maverick Vinales dengan peran sebagai pembalap penguji atau test rider untuk pabrikan Borgo Panigale pada kejuaraan dunia MotoGP musim 2027 mendatang. Spekulasi ini sebelumnya sempat mencuat deras di paddock setelah sang juara Grand Prix sepuluh kali itu dipastikan tidak akan berada di grid utama menyusul dinamika kontraknya dengan KTM dan Tech3.

Masa depan pembalap asal Spanyol tersebut memang tengah berada dalam ketidakpastian seiring bergulirnya sisa seri balapan musim 2026. Situasi semakin rumit setelah Vinales merasa proses negosiasi kontrak yang berkepanjangan dengan pihak KTM membuatnya kehilangan kesempatan emas untuk menjajaki peluang bersama tim-tim pabrikan lain di bursa transfer pembalap yang sangat kompetitif musim ini.

Menanggapi rumor yang berkembang pesat di media, Davide Tardozzi menjelaskan bahwa cerita tersebut murni rekayasa belaka setelah seorang jurnalis melihat dirinya berjalan bersama Vinales di area paddock. Tardozzi menekankan bahwa kedekatan fisik mereka sama sekali tidak menyangkut urusan kontrak profesional atau negosiasi kursi penguji resmi untuk masa depan.

- Advertisement -
Advertisement

"Seorang jurnalis mengarang cerita tersebut," ungkap Tardozzi kepada GPOne mengklarifikasi situasi yang sebenarnya terjadi di sirkuit.

Lebih lanjut, manajer senior Ducati itu mengakui bahwa ia memang memiliki hubungan personal yang sangat erat dengan Vinales sejak lama, bahkan jauh sebelum spekulasi ini muncul dipermukaan publik. Kedekatan tersebut terbangun karena lingkaran pertemanan pribadi yang melibatkan keluarga mereka di luar dunia balap motor profesional.

Baca Juga Brad Binder Terpukau oleh Sistem Radio Helm MotoGP 2025!

"Saya telah menjalin hubungan dekat dengan Vinales untuk waktu yang lama, dan pemijatnya adalah teman masa kecil anak saya. Ada sebuah persahabatan, dan mereka melihat kami berjalan dari kantor ke area perhotelan di Motegi, dari situlah rumor ini bermula," imbuh Tardozzi menjelaskan akar permasalahan dari isu liar tersebut.

Meskipun menepis adanya kesepakatan atau pembicaraan serius mengenai peran test rider, Tardozzi tidak menutup mata bahwa Ducati memang harus mulai mengevaluasi opsi pembalap penguji untuk masa depan. Faktor usia Michele Pirro yang sudah menginjak 40 tahun serta rencana kepindahan Nicolo Bulega ke kursi balap utama VR46 musim depan membuat pabrikan asal Italia itu harus memikirkan regenerasi di sektor pengujian mesin Desmosedici.

"Kenyataannya adalah kami memang melihat ke masa depan, mengingat Michele berada di usia tertentu dan kami mungkin akan membutuhkan seseorang di masa depan. Itu adalah sebuah kenyataan, tetapi siapa orangnya belum ditentukan: kami sama sekali belum melakukan, menulis, atau bahkan memikirkan hal itu," tegas Tardozzi menutup penjelasan terkait masa depan tim penguji mereka.