Keputusan kontroversial terkait penentuan kalender Kejuaraan Reli Dunia atau WRC kembali memicu perdebatan sengit di kalangan penyelenggara lokal. Urmo Aava selaku direktur Rally Estonia secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap alur birokrasi dan penentuan jadwal yang dinilai terlalu memaksakan keadaan bagi para panitia pelaksana maupun para penonton setia ajang balap mobil bergengsi ini.
Situasi tersebut tentu saja berada jauh dari kata ideal bagi penyelenggara di kedua negara yang harus berjibaku dengan tenggat waktu ketat. Meski demikian, Aava mengaku tetap berupaya memahami dasar pertimbangan di balik keputusan yang telah diambil oleh pihak promotor bersama federasi otomotif internasional FIA selaku badan pengatur resmi yang menyusun dan mengesahkan seluruh rangkaian agenda kejuaraan setiap tahunnya.
Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama lembaga penyiaran publik Estonia, Aava menegaskan bahwa pihaknya berharap rencana besar ini dapat berjalan lancar meskipun menyimpan keraguan mendalam. Pihaknya menyadari adanya berbagai kendala teknis di lapangan, namun ia tetap menaruh keyakinan penuh bahwa segala persoalan pelik tersebut perlahan-lahan akan mampu diselesaikan dengan baik melalui koordinasi intensif.
Kendala terbesar yang menjadi sorotan utama sang direktur berkaitan erat dengan masalah penjadwalan yang sangat padat serta kerumitan logistik yang harus ditanggung panitia. Jarak waktu antar-seri yang terlampau dekat menciptakan tekanan luar biasa tinggi, mengharuskan seluruh kru bekerja ekstra keras tanpa memiliki kesempatan bernapas yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik maupun peralatan pendukung di area servis.
Masalah utama yang kami hadapi adalah minimnya ketersediaan waktu, ujar Urmo Aava saat menjelaskan peliknya situasi di balik layar. Satu ajang reli harus diselesaikan, seluruh perlengkapan wajib dikemas dengan cepat, dan hanya berselang beberapa hari saja area taman servis harus sudah berdiri tegak dan siap beroperasi di Jyvaskyla.
Lebih lanjut, ia tidak menampik bahwa skenario tersebut bukanlah sebuah latihan logistik yang mudah untuk dijalankan oleh tim manapun. Di tengah tuntutan profesionalisme tinggi, Aava secara blak-blakan mengungkapkan bahwa pihak penyelenggara lokal nyaris sama sekali tidak diajak berdiskusi secara mendalam mengenai perubahan signifikan pada kalender kompetisi tersebut.
Baik pihak Estonia maupun rekan-rekan kami di Finlandia sebenarnya jauh lebih menginginkan tradisi jeda waktu dua minggu penuh di antara kedua ajang reli tersebut. Jeda yang lebih panjang tentu akan jauh lebih memberikan kenyamanan maksimal bagi para penonton setia, para pereli yang bertarung di lintasan, serta seluruh anggota tim mekanik yang bekerja di balik layar, imbuhnya.
Baca Juga Lia Block Selangkah Lagi Ukir Sejarah Juara Reli AmerikaMeskipun jadwal serupa yang hanya berjarak satu minggu pernah diterapkan di masa lalu, situasi tersebut dipastikan tetap akan membebani pundak para penyelenggara dan semua pihak yang terlibat secara langsung di dalamnya. Tekanan mental dan fisik yang masif menjadi harga mahal yang harus dibayar demi mengakomodasi ambisi kalender modern dari para pemangku kebijakan tertinggi.
Kendati demikian, di tengah segudang kekhawatiran logistik yang menghantui, Aava tetap mampu melihat satu sisi keuntungan yang cukup signifikan bagi posisi Rally Estonia yang dijadwalkan berlangsung tepat sebelum penyelenggaraan Rally Finland dimulai. Urutan penyelenggaraan ini dianggap memberikan dampak kompetitif yang berbeda bagi kelangsungan peserta di lintasan tanah.
Situasi ini tentu akan menjadi sangat buruk bagi kami apabila posisi penyelenggaraan dibalik dan kami dipaksa menggelar reli tepat setelah Finlandia berakhir. Event yang diselenggarakan terlebih dahulu secara mutlak pasti memiliki keuntungan tersendiri, termasuk apabila dilihat secara jeli dari perspektif persaingan olahraga murni, tegasnya.
Sebagai penutup analisisnya, Aava memberikan gambaran nyata mengenai risiko kerusakan kendaraan yang mengancam para kontestan. Jika tim pabrikan besar mengalami kerusakan parah pada mobil utama di ajang pertama, mereka tentu masih memiliki cadangan untuk menggantinya. Sebaliknya, tim privat tidak memiliki kemewahan tersebut, sehingga kerusakan fatal di seri pembuka otomatis akan memangkas jumlah peserta di seri berikutnya secara signifikan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!