Fabio Di Giannantonio tampil jauh dari ekspektasi pada Sprint MotoGP Austria di Red Bull Ring, Minggu. Pembalap VR46 Racing Team itu finis di posisi ke-10, di luar zona poin, dan mengaku sedang menghadapi situasi yang benar-benar tidak biasa.

Red Bull Ring memang salah satu dari sedikit sirkuit di kalender MotoGP—bersama Buriram, Goiania, dan Mandalika—di mana Michelin menyediakan ban belakang dengan konstruksi lebih keras untuk mengatasi panas berlebih. Konstruksi yang sama juga digunakan di Brasil awal tahun ini, di mana Di Giannantonio mampu finis kedua di Sprint dan ketiga di balapan utama.

Namun di Austria, dengan ban yang sama, ia justru kehilangan grip belakang. Hal ini terasa aneh baginya mengingat performa apiknya di trek dengan grip rendah lainnya, terutama di Catalunya di mana ia menang.

- Advertisement -
Advertisement

“Akhir pekan ini cukup aneh,” ujar Di Giannantonio usai Sprint. “Saya ingin tetap positif dan fokus, tapi kenyataannya kami kesulitan dengan grip belakang sepanjang akhir pekan. Saya mendengar semua pembalap Ducati mengeluh, tapi dari sisi saya, ini benar-benar tidak biasa. Ketika semua orang mengeluh soal grip, saya biasanya yang bilang masih ada grip di trek. Di Barcelona saya selalu punya grip, di Goiania dengan casing yang sama, level gripnya sama. Jadi, saya mengalami hal baru tahun ini.”

Lebih lanjut, pembalap Italia itu mengaku kesulitan mendapatkan koneksi dengan throttle dan memahami di mana titik grip untuk akselerasi yang baik. “Saya benar-benar kesulitan memahami di mana grip untuk akselerasi bagus. Aneh. Pasti ada yang kurang, kami harus bekerja lebih baik, dan pasti yang lain lebih baik dari kami saat ini. Tapi kami harus tetap fokus dan mencoba meningkatkan performa,” tambahnya.

Baca Juga Vinales Absen di Aragon MotoGP, Incar Comeback di Misano

Menatap balapan utama hari Minggu, VR46 Racing Team bertekad melakukan perbaikan. “Saya akan melakukan segala mungkin untuk memahami apa yang harus ditingkatkan. Kami pernah beberapa kali membaik dari hari kedua ke hari ketiga. Memang tidak mudah, tapi saya akan mencoba. Kami harus meningkatkan sesuatu untuk besok,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, Di Giannantonio semakin terpuruk di klasemen pembalap, sementara rival-rivalnya terus mengumpulkan poin. Situasi ini menjadi ujian mental dan teknis bagi tim VR46 yang harus segera menemukan solusi sebelum balapan utama.

Kegagalan di Austria juga menyoroti betapa krusialnya adaptasi terhadap ban keras Michelin. Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin performa Di Giannantonio di sisa musim akan terpengaruh, terutama di trek-trek yang membutuhkan konstruksi ban serupa.