Pekanbaru, Nusantara Media  – Kasus pembunuhan disertai perampokan yang sangat sadis mengguncang warga Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Seorang wanita lansia bernama Dimaris Isni Sitio (60) ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya sendiri di Jalan Kurnia 2, Rabu (29 April 2026).


Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup di area dapur dengan luka parah di bagian wajah dan kepala yang mengeluarkan banyak darah. Bercak darah tersebar di sekitar kamar mandi dan dapur, sementara kondisi rumah dalam keadaan berantakan.


Menurut Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir, Iptu Dodi Vivino, peristiwa tragis ini bermula pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, suami korban, Salmon Meha (66), mengajak istrinya keluar rumah untuk mengurus pajak kendaraan. Namun, Dimaris memilih tetap tinggal di rumah seorang diri.

- Advertisement -


Sekitar pukul 11.00 WIB, Salmon pulang dan mendapati pintu rumah dalam keadaan terbuka. Merasa curiga, ia masuk ke dalam dan melihat rumah sudah berantakan. 

Setelah mencari ke kamar dan kamar mandi, akhirnya ia menemukan istrinya sudah tidak bernyawa di bagian dapur.
“Ada beberapa barang yang hilang, di antaranya perhiasan, uang tunai, dan handphone,” ungkap Iptu Dodi Vivino, Kamis (30 April 2026).


Detik-detik Sadis Terekam CCTV
Rekaman CCTV di rumah korban berhasil merekam aksi keji para pelaku. Sekitar pukul 10.26 WIB, dua orang wanita datang dan sempat berbincang dengan korban. 

Tak lama kemudian, seorang pria bertopi masuk sambil membawa balok kayu (benda tumpul) dan langsung memukul kepala serta leher korban secara bertubi-tubi hingga tak berdaya.


Aksi pemukulan itu disaksikan oleh kedua wanita tersebut. Pelaku kemudian menghancurkan CCTV di ruang makan untuk menghilangkan jejak. Polisi menduga ada empat pelaku (dua pria dan dua wanita) yang terlibat dalam perampokan sadis ini. Beberapa sumber menyebut pelaku merupakan orang yang dikenal korban.


Hasil visum awal menunjukkan korban meninggal akibat luka di kepala yang disebabkan benda tumpul. Polisi masih memburu para pelaku dan terus mendalami kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang berujung pembunuhan ini.


Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Ketua RW setempat menyebut korban sebagai sosok yang baik.