Pecinta balap MotoGP disuguhkan aksi luar biasa di Sirkuit Lusail, di mana David Almansa tampil sebagai bintang utama setelah merebut kemenangan gemilang pada seri Moto3 Qatar 2026. Memulai balapan dari barisan terdepan di bawah cuaca berangin, pembalap Liqui Moly Dynavolt Intact GP tersebut langsung mengambil inisiatif sejak lampu start padam. Mengandalkan ban depan kompon lunak, ia langsung melesat kencang untuk menciptakan jarak aman dari para rivalnya di Tikungan pertama, sebuah strategi agresif yang bertujuan memecah barisan depan sejak awal.
Di sisi lain, peraih pole position sekaligus rival utama musim ini, Quiles, menghadapi awal balapan yang penuh drama. Setelah matahari terbenam di sirkuit Qatar, Quiles harus rela turun ke kelompok terdepan akibat pertarungan sengit di tikungan-tikungan pembuka. Meski sempat terdorong ke belakang, ia perlahan bangkit untuk memburu Almansa, ditemani oleh Adrian Fernandez dan Alvaro Carpe yang sama-sama menggunakan ban depan lunak untuk menjaga ritme balap jangka panjang.
Pertarungan semakin memanas ketika Quiles berhasil memangkas selisih waktu menjadi setengah detik saja. Sang penantang gelar berjuang keras, bahkan sempat mengalami goyangan motor yang nyaris menjatuhkan motor Aspar miliknya demi mempertahankan kecepatan. Namun, Almansa merespons dengan matang dan tenang. Memasuki lap penentuan, ia unggul hingga tiga detik di depan dan akhirnya mengendurkan gas menjelang garis finis untuk merayakan kemenangan dengan keunggulan 2,516 detik dari para pesaingnya.
Drama perebutan podium kedua berlangsung ketat antara Fernandez dan Quiles setelah Carpe mulai kehilangan kecepatan di rombongan depan. Pembalap Leopard, Fernandez, melancarkan serangan krusial saat balapan menyisakan tiga lap lagi dan sukses mengamankan posisi kedua sebagai pebalap Honda terbaik. Sementara itu, Quiles tampak sangat kecewa di tangga ketiga, sebab hasil ini memupus harapannya untuk menyamai rekor kemenangan semusim milik David Alonso yang meraih 14 kemenangan dalam satu tahun.
Baca Juga Maximo Quiles Ungkap Kedekatan Khusus dengan Marquez BersaudaraDi barisan tengah, sorotan utama tertuju pada penampilan luar biasa pembalap muda Indonesia, Veda Pratama. Memulai balapan dari posisi ke-14 akibat penalti turun enam posisi akibat pelanggaran bendera kuning di sesi sebelumnya, Veda menunjukkan mental baja. Dengan performa lap terakhir yang sangat agresif bersama Honda Team Asia, ia sukses melibas sepuluh pembalap sekaligus untuk finis di posisi keempat yang gemilang, sekaligus dinobatkan sebagai rookie terbaik setelah sebelumnya juga naik podium di Malaysia.
Perjalanan balapan juga diwarnai insiden kontroversial yang melibatkan David Munoz dari kubu Dynavolt. Munoz sempat melesat ke kelompok depan dan melakukan manuver di sisi dalam terhadap rookie Ajo, Brian Uriarte, pada lap kedua yang membuat lawannya tersingkir ke gravel. Akibat insiden tersebut, Munoz dijatuhi hukuman long lap penalty. Tak jera, ia kembali melakukan insiden serupa pada lap ketujuh terhadap Eddie O’Shea yang berbuah double long lap penalty, sebelum akhirnya berjuang keras hingga mampu merangsek naik untuk finis di posisi kedelapan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!