Pandeglang, NusantaraM Media- Penyelenggaraan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional ke-10 Tahun 2026 di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat luas. Acara puncak yang diisi dengan kegiatan istighosah dan tabligh akbar tersebut sukses menarik perhatian ribuan warga yang memadati Lapangan Kecamatan Cikeusik. Keberhasilan acara keagamaan berskala besar ini memicu apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk jajaran aparat keamanan kewilayahan setempat yang turut hadir menyaksikan antusiasme masyarakat.
Kapten Inf Purgiarto selaku Danramil 0116/Cikeusik, secara khusus menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kelancaran serta kesuksesan seluruh rangkaian acara. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras panitia penyelenggara yang dipelopori oleh MWCNU bersama Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Cikeusik. Sinergi yang solid antara para kiai, tokoh agama, santri, donatur, sponsor, hingga masyarakat umum menjadi kunci utama terwujudnya perayaan yang meriah, tertib, dan sarat akan nilai spiritual.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam acara ini merupakan cerminan nyata dari semangat gotong royong yang masih terjaga kuat di tengah arus modernisasi. Kehadiran ribuan jamaah di Lapangan Kecamatan Cikeusik membuktikan bahwa nilai-nilai keagamaan dan tradisi silaturahmi tetap menjadi fondasi kokoh dalam mempererat persatuan serta kesatuan antarwarga di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Peran strategis organisasi kemasyarakatan islam dalam membimbing generasi muda juga mendapat sorotan khusus. Kapten Inf Purgiarto menegaskan bahwa keterlibatan aktif GP Ansor bersama para ulama sangat krusial dalam menanamkan nilai kebangsaan, merawat kerukunan antarumat beragama, serta membentengi generasi penerus bangsa dari pengaruh negatif di era digital saat ini.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema Sentral “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut diharapkan tidak sekadar berhenti sebagai slogan seremonial belaka, melainkan bertransformasi menjadi aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kedamaian wilayah, merawat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah.
Baca Juga Dandim 0601/Pandeglang Dampingi Kunjungan Kerja Menhan RI ke Yonif TP 842/BS PandeglangSebagai bagian dari unsur pertahanan dan keamanan di tingkat kewilayahan, Koramil 0116/Cikeusik menyatakan komitmen penuhnya untuk terus mengawal dan mendukung setiap kegiatan positif yang diselenggarakan oleh masyarakat. Sinergi harmonis antara TNI, ulama, umara, dan seluruh lapisan warga dinilai sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas keamanan serta kondusivitas wilayah.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Kapten Inf Purgiarto menyampaikan harapan agar kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan unsur Muspika, para kepala desa, pengasuh pondok pesantren, dan masyarakat dapat terus dirawat serta ditingkatkan di masa mendatang. Dilaporkan oleh Tim Peliput, ia menegaskan pentingnya persatuan tersebut melalui sebuah pernyataan resmi. "Kebersamaan antara ulama, umara, TNI, dan masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga kerukunan, memperkokoh persatuan, serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis," ujarnya. Kesuksesan acara akbar ini di akhirat diharapkan mampu menjadi inspirasi berkelanjutan bagi daerah lain.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!