Gigi Dall'Igna, manajer umum Ducati Corse, menegaskan bahwa meskipun data menjadi senjata utama Ducati di MotoGP, setiap pembalap memiliki gaya yang unik dan mustahil untuk ditiru satu sama lain. Pernyataan ini muncul di tengah persaingan ketat menuju akhir musim.

“Setiap pembalap punya gaya berbeda,” ujar Dall'Igna kepada MCNews.com.au. “Bahkan jika mereka mencoba meniru, itu mustahil. Contohnya, gaya Marc Marquez di tikungan kiri tidak mungkin ditiru. Kadang mustahil meniru Pecco Bagnaia di area pengereman.”

Dall'Igna menambahkan bahwa di berbagai fase balap, pembalap tertentu unggul. Untuk Fabio di Giannantonio dari VR46, ia menyoroti kecepatan di tikungan sebagai kelebihan utama. “Dia salah satu yang terbaik dalam hal itu,” katanya.

- Advertisement -
Advertisement

Pernyataan ini relevan dengan situasi klasemen. Juara bertahan Marc Marquez memulai sepuluh seri terakhir dengan defisit 40 poin dari Jorge Martin. Di antara mereka ada Marco Bezzecchi dan Ai Ogura dari Aprilia. Di Giannantonio hanya terpaut satu poin dari Marquez di posisi kelima, sementara Bagnaia berada di urutan kedelapan.

Baca Juga Trackhouse MotoGP Mirip Era Awal Tim NASCAR-nya, Kata Justin Marks

Kedua pembalap Italia itu akan meninggalkan Ducati akhir musim. Di Giannantonio bergabung dengan KTM, dan Bagnaia menandatangani kontrak jangka panjang dengan Aprilia untuk era 850cc/Pirelli yang baru.