Pandeglang, Nusantara Media – Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) terus memperkuat upaya pelestarian kawasan konservasi, khususnya habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), melalui pendekatan kolaboratif dengan masyarakat sekitar. Pendekatan ini diwujudkan dalam program 5 pagar yang menjadi fondasi hubungan harmonis antara pengelola taman nasional dan warga lokal.
Program 5 pagar tersebut meliputi:
-Pagar SosialMembangun ikatan erat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, termasuk pengobatan massal dan sunatan massal di wilayah sekitar kawasan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus mempererat dukungan terhadap konservasi.
-Pagar EkonomiMemberikan bantuan ekonomi berkelanjutan setiap tahun, seperti pelatihan dan workshop pengolahan bambu menjadi produk bernilai tambah bagi kelompok pengrajin. Di musim kemarau yang rentan kebakaran hutan, program ini memfasilitasi masyarakat mengolah sumber daya alam secara berkelanjutan. Selain itu, BTNUK menyediakan peralatan camping untuk disewakan oleh pemuda di Ujung Jaya, menciptakan peluang usaha baru sekaligus edukasi wisata alam di lokasi Gading Ground.
-Pagar PendidikanMelalui program unik "Rhino Goes to School" (bekerja sama dengan mitra seperti YABI dan lainnya), BTNUK memberikan edukasi tentang konservasi satwa, khususnya anjing hutan, kucing, dan satwa langka lainnya. Program ini juga mendukung rekomendasi pendidikan bagi masyarakat sekitar, termasuk beasiswa SMK Kehutanan. Tahun ini, lima siswa telah mengikuti program, dengan harapan lulus dan berkontribusi pada pelestarian.
-Pagar Kehidupan (dan aspek terkait)Memberikan bantuan tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Species) kepada masyarakat di sekitar kawasan untuk mendukung penghijauan dan peningkatan ekonomi rumah tangga.
-Pagar Budaya (disebutkan dalam konteks keseluruhan program)Menjaga nilai-nilai budaya lokal dalam kerangka konservasi.
Kepala Balai TNUK menegaskan bahwa program ini dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat. "Dukungan dari paramitra dan masyarakat menjadi kunci. Kami terus membangun hubungan dekat agar kawasan tetap terlindungi," ujarnya dalam acara perayaan hari jadi yang dihadiri berbagai pihak.
Di sisi lain, BTNUK menegaskan komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu. Kasus penebangan pohon ilegal di kawasan (seperti peristiwa November lalu yang melibatkan oknum bernama Pak Amir dan kelompoknya) tetap diproses hukum meski sudah lama. Para pelaku telah menandatangani kesepakatan untuk menjaga kawasan, termasuk tidak menebang pohon, namun pelanggaran tetap ditindak. "Penegakan aturan ini untuk melindungi kelompok masyarakat yang rajin bekerja sama dengan kami. Alhamdulillah, dengan 5 pagar, tidak terjadi gejolak signifikan," tambahnya.
Acara tersebut berlangsung lancar di tengah cuaca yang mendukung setelah hujan reda. BTNUK mengajak seluruh pihak, termasuk putra daerah dan pekerja konservasi, untuk terus mendukung pelestarian Taman Nasional Ujung Kulon sebagai warisan dunia dan habitat satu-satunya Badak Jawa di alam liar.
TNUK merupakan kawasan konservasi ikonik di ujung barat Pulau Jawa, ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site, dengan fokus utama pelestarian Badak Jawa dan keanekaragaman hayati lainnya. Program 5 pagar menjadi strategi utama untuk melibatkan masyarakat dalam konservasi berkelanjutan.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!