Raul Fernandez mengejutkan banyak pihak di Silverstone dengan melesat memimpin sejak awal MotoGP Inggris, Minggu lalu. Pembalap Trackhouse itu tidak memilih bermain aman dengan menghemat ban, melainkan langsung tancap gas dan membangun keunggulan yang tak tergoyahkan.

Sepanjang sembilan lap pembuka, Fernandez melaju rata-rata setengah detik lebih cepat dari Marco Bezzecchi yang membuntutinya. Keunggulannya sempat memuncak hingga 4,460 detik, tepat saat Bezzecchi harus mengakui keunggulan Jorge Martin yang naik ke posisi kedua.

Kekhawatiran bahwa Fernandez terlalu memforsir ban belakang di awal lomba pun muncul. Banyak yang menduga ia akan melorot di paruh kedua. Namun dugaan itu meleset. Fernandez tetap kuat dan bahkan mampu menjauh lagi dari Martin pada lap 13-14, memastikan kemenangan dengan selisih 2,5 detik.

- Advertisement -
Advertisement

Cal Crutchlow, yang tampil di depan publik sendiri sebagai pengganti Johann Zarco di LCR Honda, memberi penjelasan menarik. Menurutnya, kunci kemenangan Fernandez adalah keberanian mengambil risiko di saat pembalap lain memilih bertahan.

"Raul punya lebih banyak nyali di lima lap pertama daripada yang lain. Dia bilang, 'Saya oke dengan ban belakang, saya pergi.' Sementara yang lain mungkin berpikir, 'Ya sudahlah, dia akan kembali dalam sepuluh lap.' Ternyata tidak," ujar Crutchlow.

Baca Juga MotoGP 2025: Alex Marquez Diisukan Gabung Tim Pabrikan Ducati

Crutchlow juga menyoroti keunggulan Aprilia RS-GP dalam manajemen ban. Menurutnya, sepanjang akhir pekan, motor Aprilia tidak mengalami masalah berarti dengan degradasi ban, berbeda dengan pabrikan lain yang harus berjuang ekstra.

"Mungkin Aprilia tidak menghasilkan panas berlebih di ban belakang seperti pabrikan lain. Itu yang membuat mereka lebih konsisten," tambahnya.

Kemenangan ini jelas menjadi pernyataan besar bagi Fernandez, yang sebelumnya lebih sering berada di bayang-bayang. Dengan performa seperti ini, ia layak diperhitungkan di sisa musim.