Colton Herta tampaknya sedang berada di musim terberat sepanjang kariernya. Colton Herta menjalani akhir pekan yang jauh dari kata ideal di Monza, dengan dua kali keluar lintasan dan satu mobil yang bermasalah. Alih-alih menunjukkan progres, pembalap yang digaet Cadillac untuk program F1 2026 ini justru semakin jauh dari panggung impiannya.

Kegagalan demi kegagalan seakan menghantui langkah Herta di Formula 2. Di sesi latihan satu-satunya, ia kehilangan kendali saat keluar dari Lesmo 2 dan menabrak dinding bagian dalam. Padahal, ia seharusnya fokus mempersiapkan diri untuk sesi latihan bebas pertama (FP1) F1 bersama Cadillac, yang merupakan bagian dari kewajiban tim untuk memberi kesempatan rookie.

Namun, di FP1 F1, mobilnya justru bermasalah. Setelah hanya satu putaran cepat, hydraulic issue memaksanya berhenti. Hari yang buruk semakin lengkap ketika ia hanya mampu menempati posisi ke-20 di kualifikasi F2, tertinggal lebih dari satu detik dari pemuncak waktu. Ini merupakan start ke-12 yang gagal ia raih musim ini, membuatnya frustrasi.

- Advertisement -
Advertisement

Meski demikian, Herta mengaku merasa lebih nyaman dengan mobil Cadillac di FP1 ketiganya tersebut. "Sedikit pengetahuan tentang apa yang mobil inginkan atau butuhkan sangat membantu. Semua mobil punya perbedaan kecil yang membuatnya 'klik'. Saya mencoba mencarinya," ujarnya. "Ketika Anda hanya punya satu jam, semuanya terasa begitu cepat. Begitu keluar dari mobil, Anda langsung berpikir 'oh, seharusnya saya melakukan ini atau itu'."

Nasib buruk Herta berlanjut di sprint race F2, di mana ia hanya finis ke-15. Pada feature race, ia kembali mengalami kecelakaan di gravel Parabolica pada lap ke-11, saat berada di posisi ke-21. Dua kecelakaan dan satu mobil rusak membuat akhir pekan ini benar-benar menjadi titik terendah baginya.

Dengan hanya mengoleksi 26 poin dari 10 ronde, Herta tertahan di peringkat ke-17 klasemen. Defisit 151 poin dari pemimpin klasemen Nikola Tsolov membuatnya nyaris mustahil untuk bersaing memperebutkan gelar, apalagi hanya menyisakan empat ronde dengan total 156 poin yang tersedia. Bahkan untuk menembus 10 besar, yang berjarak 37 poin, kini tampak seperti tugas berat.

"Yang ingin saya lakukan adalah mencapai F1 secepat mungkin. Seberapa realistis itu, saya belum tahu," kata Herta. Namun, dengan performa yang terus menurun, tampaknya jalan menuju F1 untuk musim 2026 masih panjang dan penuh rintangan.