Pebalap uji Cadillac Colton Herta akhirnya berhasil mengamankan poin superlisensi terakhir yang dibutuhkannya untuk turun langsung di ajang Formula 1. Kepastian ini didapat setelah Herta menyelesaikan sesi latihan bebas hari Jumat keenamnya pada musim 2026 di sirkuit Interlagos, Brasil. Penampilan tersebut sekaligus memenuhi ambang batas jarak 100 kilometer yang diwajibkan untuk menggenapkan perolehan 40 poin superlisensi F1 miliknya.
Sebelumnya, tim yang berbasis di Amerika Serikat tersebut sempat meyakini bahwa mantan bintang IndyCar itu telah mencapai batas poin yang diperlukan pada pekan sebelumnya di Meksiko. Namun, kesalahpahaman terkait hasil IndyCar masa lalu sempat membuat pebalap asal California ini kekurangan satu poin krusial. Demi mengatasi masalah administratif tersebut, Cadillac segera mengatur agar Herta kembali turun di sesi latihan bebas pertama menggantikan Sergio Perez di Interlagos.
Langkah masif yang diambil oleh kubu Cadillac ini menunjukkan betapa seriusnya mereka dalam mempersiapkan sang pebalap muda. Waktu, energi, dan dana besar yang dikerahkan untuk memastikan Herta terus mengumpulkan jam terbang di FP1 mengindikasikan bahwa tim berencana mempromosikan pebalap berusia 26 tahun tersebut untuk debut di grid F1 pada musim 2027 mendatang, sekaligus memberikan fleksibilitas penuh dalam menentukan komposisi pebalap mereka.
Kendati demikian, situasi ini tidak membuat pebalap senior Valtteri Bottas gentar. Mantan pebalap Mercedes tersebut tetap menunjukkan sikap optimis terkait masa depannya dan mengaku heran dengan masifnya spekulasi mengenai kursi balapnya di tengah musim yang berjalan cukup sulit bersama mobil Cadillac MAC-26. Selain Herta, sejumlah nama lain dikabarkan telah mendekati tim, termasuk pebalap cadangan Mercedes Frederik Vesti yang secara terbuka mengincar posisi tersebut.
Baca Juga Ferrari Tolak Jadikan Angin Alasan Kegagalan Kualifikasi F1 GP Amerika SerikatMenanggapi berbagai rumor liar yang beredar di paddock, Bottas dengan tegas menyatakan bahwa dirinya mengetahui persis posisi internalnya saat ini. "Saya cukup terkejut dengan banyaknya kebisingan tentang hal itu," ujar Bottas pada hari Kamis. "Karena saya tahu seperti apa situasi saya. Dan dari semua yang saya dengar, tim merasa senang dengan apa yang saya lakukan." Ia juga menambahkan bahwa keputusan masa depan tim masih harus melalui persetujuan dewan direksi yang belum digelar.
Performa Bottas memang kerap dinilai berada di bawah rekan setimnya, Sergio Perez, namun ia juga harus berjibaku dengan berbagai kendala teknis mobil Cadillac, termasuk insiden kecelakaan kecepatan tinggi di Meksiko akibat kegagalan suspensi. Meskipun situasi ini membuat performa sang juara Grand Prix 10 kali tersebut sulit dinilai secara objektif, ia tetap yakin bahwa manajemen tim memahami kapasitas kerjanya secara utuh.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!