Franco Colapinto angkat bicara soal perundungan daring yang makin marak di Formula 1. Pembalap Alpine asal Argentina itu menilai para penggemar perlu sadar akan dampak kata-kata mereka, dan menurutnya para pembalap juga bisa berbuat lebih banyak untuk memerangi masalah ini.

F1 memang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di media sosial. Meski terkesan positif, ada sisi gelapnya: serangan daring terhadap pembalap dan kru semakin sering terjadi. FIA dan F1 sudah mencoba mengatasinya lewat berbagai cara, seperti inisiatif United Against Online Abuse, menetapkan 7 Juli sebagai hari aksi global, dan memakai kecerdasan buatan untuk menyaring komentar bernada kebencian.

Namun, upaya itu belum cukup. Banyak orang di dunia balap masih menerima perundungan daring setiap hari. Menurut Colapinto, hal ini terjadi karena penonton tidak selalu memahami kompleksitas situasi di lintasan. Ia juga menyebut ini cerminan masyarakat modern.

- Advertisement -
Advertisement

“Beginilah kondisi masyarakat saat ini. Sebagai atlet, kami harus berbicara lebih lantang dan memberi batasan,” ujar Colapinto dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com. “Kami sebagai pembalap perlu membantu orang memahami seberapa besar pengaruh kata-kata mereka. Mereka mungkin tidak pernah merasakan dampaknya karena tak pernah menerima pesan seperti itu, atau mengira kami tidak pernah membacanya.”

“Padahal, banyak atlet yang akhirnya menghapus akun media sosial mereka. Sebagai manusia, kita harus lebih sadar akan efek dari setiap kata yang kita ucapkan,” tambahnya.

Baca Juga Lando Norris Raih Pole Position Belgian GP 2025 dan Redam Kekhawatiran Tim

Colapinto juga menyoroti peran pembalap lain. Ia mencontohkan insiden Oliver Bearman yang crash di Jepang. Bearman kemudian menuding Colapinto di podcast, padahal menurut Colapinto masalah itu sebaiknya diselesaikan secara pribadi. “Saya sudah kirim pesan setelah balapan, tapi tak pernah dijawab. Kami tak pernah membahasnya, tapi dia bicara begitu di publik. Hal-hal seperti ini bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik, tanpa dibawa ke ranah publik,” katanya.

Meski pesan-pesan penuh kebencian tak terlalu memengaruhinya secara pribadi, Colapinto merasa lebih terganggu ketika hal itu menyasar keluarga dan penggemar. Ia meminta semua pihak menjaga batas kewajaran, apa pun yang terjadi di lintasan.