Sesi latihan bebas pertama atau FP1 Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas (COTA) langsung menyajikan persaingan sengit sejak menit awal. Charles Leclerc tampil sebagai yang tercepat setelah mencatatkan waktu impresif 1 menit 36,052 detik di atas kompon ban lunak (soft tyres). Pembalap asal Monako tersebut mampu memaksimalkan potensi mobil Scuderia Ferrari di lintasan Austin yang dikenal sangat bergelombang, memberikan sinyal kuat bahwa tim asal Maranello itu siap bertarung di barisan terdepan sepanjang akhir pekan ini.

Di belakang Leclerc, persaingan ketat langsung diberikan oleh sang juara bertahan. Max Verstappen menempati posisi kedua dengan selisih yang sangat tipis, yakni hanya tertinggal 0,084 detik saja. Ada yang menarik dari garasi Red Bull Racing pada akhir pekan ini, di mana Verstappen mendapatkan suara baru di radiokomunikasi setelah Tom Hart mengambil alih tugas sebagai insinyur balap untuk sang pembalap asal Belanda tersebut. Sementara itu, posisi ketiga direbut oleh pembalap McLaren, Lando Norris, yang terpaut 0,245 detik dari catatan waktu tercepat Leclerc.

Sesi latihan pembuka ini juga diwarnai oleh berbagai drama di lintasan maupun strategi ban yang beragam dari tim-tim peserta. Sesi dibuka dengan penggunaan kombinasi berbagai kompon ban, di mana sebagian besar pembalap turun ke lintasan menggunakan ban keras pada fase awal. Memasuki pertengahan sesi, para pembalap mulai beralih menggunakan ban lunak untuk simulasi kualifikasi. George Russell sempat mengalami sedikit masalah ketika mengunci ban (lock-up) dan melebar ke area run-off di Turn 5, memperlihatkan betapa sulitnya mencari batas cengkeraman di sirkuit ini.

- Advertisement -
Advertisement

Di sisi lain, hari pembukaan ini menjadi mimpi buruk bagi kubu Williams. Kedua mobil mereka terparkir lama di dalam garasi hampir sepanjang durasi latihan satu jam tersebut. Hingga sesi menyisakan sepuluh menit terakhir, kedua pembalap Williams bahkan belum mencatatkan satu pun waktu putaran kompetitif. Ketika akhirnya mereka keluar menjelang akhir sesi untuk menguji komponen baru, Carlos Sainz hanya mampu berada di posisi ke-19, sementara catatan waktu Alex Albon harus dihapus akibat melanggar batas lintasan (track limits). Williams tercatat sebagai satu-satunya tim yang tidak menggunakan kompon ban lunak sama sekali sepanjang FP1.

Baca Juga Aksi Spektakuler Max Verstappen dan Andrea Kimi Antonelli di GP Singapura

Situasi di garasi Williams semakin kontras jika dibandingkan dengan suasana optimistis di kubu McLaren. CEO McLaren, Zak Brown, mengungkapkan pandangan positifnya mengenai potensi timnya di sirkuit ini. “Saya pikir kami akan tampil baik di sini akhir pekan ini. Tim yang harus dikalahkan cukup sulit ditebak karena empat tim teratas terus bergantian mendominasi setiap akhir pekan. Red Bull tampil kuat di beberapa balapan terakhir, sementara Ferrari langsung keluar dari gerbang dengan sangat kompetitif. Saya merasa percaya diri, tetapi menurut saya masih terlalu dini untuk menebak siapa di antara empat besar yang akan mengamankan barisan terdepan,” ujar Zak Brown mengomentari ketatnya persaingan papan atas musim ini.

Selain aksi di trek, sesi latihan bebas ini juga mencatatkan beberapa insiden hukuman dan momen unik, seperti Arvid Lindblad yang dipastikan harus menerima penalti turun 10 posisi di grid untuk balapan hari Minggu setelah melampaui alokasi komponen power unit dengan memasang mesin pembakaran internal baru. Di luar urusan teknis, pembalap Alpine Pierre Gasly sempat memberikan pandangan menarik ketika dirinya berbicara langsung kepada penonton televisi melalui siaran Sky Sports saat melakukan latihan start langsung (practice start), di mana ia menyimpulkan kondisi lintasan secara ringkas: “Sesi yang bagus, masih banyak yang harus dikerjakan, treknya sangat bergelombang.”