Formula 1, Nusantara Media – Carlos Sainz melontarkan kritik tajam terhadap kondisi start Formula 1 Grand Prix China 2026 di Sirkuit Shanghai setelah sejumlah mobil gagal mengikuti lomba, memperkuat sorotan terhadap kompleksitas regulasi baru musim ini.
Balapan di Shanghai hanya diikuti oleh 18 mobil setelah dua mobil McLaren, satu mobil Williams Racing, dan satu mobil Audi F1 Team gagal memulai balapan akibat berbagai masalah teknis.
Situasi tersebut melanjutkan tren awal musim Formula 1 2026, di mana balapan pembuka di Melbourne juga mencatat dua mobil gagal start, yakni Oscar Piastri dan Nico Hulkenberg.
Sainz menilai kondisi ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi tim akibat regulasi unit daya baru yang menggabungkan tenaga listrik dan mesin pembakaran internal dalam proporsi seimbang.
“Ini jelas bukan tampilan yang bagus untuk semua pihak. Tidak adanya dua McLaren, satu Williams, dan satu Audi di grid menunjukkan betapa sulitnya kami membuat segalanya bekerja dengan mesin yang sangat kompleks, perangkat lunak yang rumit, serta penggunaan baterai yang sangat menuntut,” ujar Sainz kepada RacingNews365.
Regulasi Formula 1 2026 yang mengedepankan sistem hybrid 50/50 dinilai meningkatkan kompleksitas teknis secara signifikan. Hal ini berdampak langsung pada aspek reliabilitas, terutama dalam kondisi balapan yang menuntut performa maksimal dari seluruh komponen unit daya.
Sainz menegaskan bahwa meskipun pengembangan mesin sepenuhnya menjadi tanggung jawab tim, regulasi yang terlalu ketat dan kompleks membuat proses tersebut semakin sulit untuk mencapai keseimbangan antara performa dan keandalan.
“Ketika aturan menjadi sangat menuntut dan sangat terbatas, akan sangat sulit untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar andal, karena semuanya menjadi sangat kompleks bagi semua pihak,” jelasnya.
Pembalap asal Spanyol tersebut juga mengakui bahwa arah perkembangan Formula 1 saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan visinya mengenai karakter ideal olahraga tersebut. Namun demikian, ia tetap optimistis bahwa pengembangan teknis dan penyempurnaan regulasi akan membawa perbaikan dalam waktu dekat.
“Saya memiliki gambaran tentang seperti apa Formula 1 yang ideal, dan saat ini masih jauh dari itu. Tetapi saya berharap pengembangan dan penyesuaian regulasi akan membuat segalanya menjadi lebih baik ke depannya,” tambah Sainz.
Dengan total enam mobil yang gagal start dalam dua balapan pertama musim ini, isu reliabilitas menjadi perhatian utama di awal era regulasi baru. Situasi ini juga berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap kualitas kompetisi di ajang Formula 1 2026.
Perkembangan ini diperkirakan akan menjadi bahan evaluasi bagi regulator seperti FIA serta pemangku kepentingan lainnya menjelang putaran berikutnya dalam kalender kejuaraan.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!