Pandeglang, NusantaraMedia — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 kembali membuktikan komitmen dan bakti nyatanya kepada masyarakat.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur darat berupa pengerasan jalan, satuan tugas (satgas) TMMD kini memperluas sasaran fisik dengan menghadirkan fasilitas penyediaan air bersih bagi warga yang membutuhkan.

Langkah progresif ini diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi modern untuk mendeteksi sumber air bawah tanah secara presisi. Kegiatan pemetaan dan survei geolokasi ini dipusatkan di Kampung Pamburangan, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

- Advertisement -


Sebelum memulai proses pengeboran fisik, tim dari Satuan Kostrad mengerahkan terobosan teknologi canggih berupa perangkat **geolistrik bertipe ADMT-300H / 300HT**.

Alat ini digunakan untuk memetakan titik sumber air di dalam tanah secara akurat, sehingga meminimalisir risiko kegagalan pengeboran dan memastikan program tepat sasaran.

Pratu Malondo , anggota Satuan Kostrad yang bertugas di lapangan, menjelaskan secara rinci prosedur teknis pemindaian tersebut. Menurutnya, penggunaan teknologi ini sangat efisien dalam mengidentifikasi potensi akuifer atau lapisan pembawa air di bawah permukaan tanah.

"Alat ini adalah geolistrik tipe ADMT-300H yang berfungsi untuk mengecek titik sumber air. Durasi pemindaian di satu jalur memerlukan waktu kurang lebih 20 menit hingga hasil pembacaan keluar di layar perangkat," ungkap Pratu Malondo  di lokasi kegiatan.

Melalui layar penampil yang terhubung langsung dengan perangkat, alat tersebut mampu memproses data dan menampilkan grafik serta peta visual bawah tanah menggunakan indikator warna yang sangat spesifik.

Berdasarkan pembacaan instrumen,  warna biru  pada layar mengindikasikan adanya kantong air, sementara  warna ungu  menandakan titik pusat sumber air utama yang berada di kedalaman sekitar 60 meter di bawah permukaan tanah.

Penerapan teknologi pemetaan modern ini dinilai sangat krusial. Dengan panduan data geolistrik yang akurat, proses pengeboran sarana air bersih di Desa Pasir Gadung dapat langsung menyasar titik optimal tanpa harus melakukan percobaan berulang yang membuang waktu dan tenaga.

Ketersediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat setempat. Selama ini, warga di beberapa wilayah kerap menghadapi tantangan dalam mendapatkan pasokan air bersih yang layak konsumsi, terutama saat musim kemarau.

Kehadiran TMMD Ke-129 di Kabupaten Pandeglang membawa angin segar bagi warga Kampung Pamburangan. Program ini tidak hanya membuka isolasi wilayah melalui pembukaan dan pengerasan aksesibilitas jalan,

tetapi juga merespons langsung persoalan mendasar terkait kesehatan dan kesejahteraan lingkungan melalui penyediaan sanitasi dan air bersih.

Melalui sinergi yang kuat antara kerja keras prajurit TNI di lapangan dan pemanfaatan perangkat deteksi modern seperti  ADMT-300H, program TMMD Ke-129 di wilayah Banten ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Pemerintah daerah dan warga setempat menyambut baik inisiatif ini. Fasilitas air bersih yang nantinya terbangun dari titik hasil deteksi geolistrik tersebut diproyeksikan dapat dimanfaatkan secara jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, meningkatkan derajat kesehatan,

serta mencegah persoalan stunting akibat keterbatasan akses air bersih dan sanitasi layak.

Program TMMD Ke-129 sekali lagi menegaskan bahwa TNI selalu hadir di tengah-tengah rakyat, tidak hanya sebagai garda terdepan pertahanan negara, tetapi juga sebagai akselerator pembangunan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi demi kemajuan bangsa.