Nicolo Bulega kembali menunjukkan taringnya di WorldSBK. Pebalap Ducati itu mengaku selalu punya jawaban ketika rekan setimnya, Iker Lecuona, tampil agresif. Pernyataan itu muncul setelah Bulega menyapu bersih tiga kemenangan di Magny-Cours, Prancis, akhir pekan lalu.
Tiga kemenangan tersebut membuat total kemenangan Bulega musim ini menjadi 26. Ia hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menyamai catatan Alvaro Bautista pada 2023. Dengan keunggulan 146 poin di klasemen, gelar juara dunia tinggal menunggu waktu bagi Bulega.
Lecuona sempat mengeluhkan nasib buruk di Race 1 yang dihentikan lebih awal karena bendera merah. Ia merasa lebih kuat dengan ban yang sudah aus, tetapi justru Bulega yang keluar sebagai pemenang. Di Race 2, yang juga dihentikan lebih cepat, Bulega menang dengan selisih lebih dari lima detik.
"Iker tampil sangat kuat sepanjang akhir pekan, tetapi setiap kali dia mendorong lebih keras, saya juga mengeluarkan kemampuan lebih," ujar Bulega kepada WorldSBK.com setelah Race 2. "Jadi, ini bagus untuk menang, terutama Race 2, balapan terakhir akhir pekan—itu penting."
Bulega kini mengarahkan pandangannya ke putaran berikutnya di Cremona, Italia. Ia mengaku sangat antusias tampil di depan publik sendiri. "Saya dalam kondisi bagus dengan motor saya, jadi saya senang," katanya.
Baca Juga Bulega Tercepat di FP2 Prancis, Tapi Feeling Belum PasMeski peluang gelar juara dunia sangat terbuka di Cremona, Bulega menegaskan fokusnya tetap pada kemenangan balapan. "Saya pikir kami punya keunggulan besar sekarang. Cremona bisa menjadi tempat yang sangat indah untuk merebut gelar," tuturnya. "Tetapi yang penting bagi saya adalah memenangkan balapan. Jadi, kejuaraan, oke, tetapi penting untuk terus menang."
Ia pun mengingat pengalaman musim lalu saat tampil di Cremona. "Tahun lalu, sebelum Cremona, saya bilang itu akan sulit, dan kemudian saya memenangkan tiga balapan melawan Toprak [Razgatlioglu]," ujarnya. "Jadi, pasti Iker akan kuat, tetapi saya akan mencoba mengalahkannya lagi."
Jika Bulega tidak kehilangan lebih dari 22 poin di Cremona, ia akan dinobatkan sebagai juara dunia dengan dua putaran masih tersisa. Tekanan kini ada di pundak Lecuona untuk memperkecil jarak, tetapi Bulega tampak tenang dan percaya diri.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!