Banten , Nusantara Media - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Banten mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten pada Minggu, 11 Oktober 2026. Berdasarkan informasi resmi yang dirilis oleh prakirawan BMKG Banten, kondisi atmosfer di wilayah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan yang memicu potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Fenomena meteorologi ini tidak hanya datang sendiri, tetapi juga berisiko disertai dengan aktivitas kilat atau petir serta hembusan angin kencang yang dapat membahayakan aktivitas masyarakat di luar ruangan.
Peringatan dini yang dikeluarkan pada pukul 15:00 WIB ini mendeteksi bahwa fase awal hujan lebat mulai menerjang beberapa titik spesifik pada pukul 15:10 WIB. Wilayah yang menjadi titik awal persebaran cuaca ekstrem ini terkonsentrasi di dua kabupaten utama, yakni Kabupaten Lebak yang meliputi wilayah Cileles dan Sobang, serta Kabupaten Serang yang mencakup kawasan Waringinkurung, Baros, Pabuaran, Padarincang, Mancak, hingga Gunung Sari beserta wilayah di sekitarnya. Masyarakat di kawasan-kawasan tersebut diimbau untuk segera meningkatkan kewaspadaan dini mengingat potensi perubahan cuaca yang terjadi secara cepat dan mendadak.
Selain wilayah yang terdampak pada gelombang pertama, BMKG Banten juga memperingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem ini memiliki probabilitas tinggi untuk meluas ke berbagai wilayah tetangga dalam beberapa jam ke depan. Perluasan dampak cuaca buruk ini diprediksi mencakup wilayah yang sangat luas, meliputi sebagian besar Kabupaten Pandeglang seperti Bojong, Picung, Saketi, Cipeucang, Jiput, Mandalawangi, Cimanuk, Kaduhejo, Banjar, Pandeglang, Cadasari, Karang Tanjung, Carita, Mekarjaya, Pulosari, Koroncong, hingga Majasari. Potensi hujan lebat juga akan merata di seluruh sisa kecamatan di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang.
Tidak hanya wilayah kabupaten, potensi perluasan cuaca ekstrem ini juga menyasar kawasan perkotaan yang padat aktivitas, termasuk seluruh wilayah di Kota Cilegon yang meliputi Cibeber, Cilegon, Ciwandan, dan Citangkil. Begitu pula dengan kawasan Kota Serang yang mencakup distrik Serang, Kasemen, Curug, Cipocok Jaya, hingga Taktakan dan sekitarnya. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini oleh Tim Peliput, kondisi cuaca tidak bersahabat ini diperkirakan masih akan terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda hingga batas waktu perkiraan pukul 17:10 WIB.
Baca Juga Waspada! Hujan Ekstrem Guyur Jakarta Selatan, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangsel hingga Pukul 19:30 WIBMenyikapi situasi darurat cuaca ini, pihak berwenang terus memantau perkembangan sikon iklim secara real-time guna memberikan pembaruan informasi yang akurat kepada publik. Masyarakat yang berdomisili di jalur rawan bencana hidrometeorologi, seperti potensi genangan air, pohon tumbang akibat angin kencang, ataupun sambaran petir, diminta untuk menghindari area terbuka dan menunda perjalanan yang tidak mendesak. Koordinasi lintas sektoral terus disiagakan oleh aparat setempat demi memastikan keselamatan warga selama periode peringatan dini cuaca ekstrem ini berlangsung.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!