Bernie Ecclestone, mantan bos Formula 1, kembali berurusan dengan hukum. Pria berusia 95 tahun itu ditangkap di Bandara Tires, Lisbon, Portugal, pada Senin lalu setelah kedapatan membawa senapan di jet pribadinya.

Ecclestone, yang memimpin Formula 1 selama hampir empat dekade sebelum digantikan Liberty Media pada 2017, terbang dari Swiss ke Portugal untuk berburu clay pigeon. Ia mengaku senapan tersebut adalah miliknya yang sah, namun petugas bea cukai yang memeriksa bagasinya tidak sependapat.

Dalam wawancara dengan Daily Mail, Ecclestone mengaku mengalami "gangguan dari segala penjuru" selama proses penahanan yang berlangsung berjam-jam. "Saya membawa senapan dari Swiss untuk berburu. Petugas bea cukai di Swiss tidak masalah, tapi kemudian seorang polisi memeriksa tas saya dan menanyakan 'buku biru' — dokumen yang saya tidak pernah bawa," ujarnya.

- Advertisement -
Advertisement

Ini bukan kali pertama Ecclestone ditangkap karena kasus serupa. Pada 2022, ia ditahan di Brasil karena mencoba membawa senjata ke dalam pesawat. Setahun kemudian, ia divonis 17 bulan penjara dengan masa percobaan dua tahun setelah mengaku bersalah atas penipuan terkait aset senilai £400 juta yang tidak dilaporkan di Singapura.

Baca Juga Antonelli Bantu Russell di Monza, Kini Tunggu Balasan

Kini, istrinya, Fabi, bergegas ke Lisbon untuk menyerahkan senapan tersebut atau mengurus pajak yang diperlukan. Ecclestone sendiri memilih menunggu di rumah sambil berharap masalah ini cepat selesai. "Sepertinya bisa dibereskan," katanya.

Meski usia sudah lanjut, Ecclestone tetap menjadi figur kontroversial di dunia balap. Pengaruhnya di F1 mungkin sudah berakhir, tapi namanya selalu menarik perhatian. Kasus ini menambah daftar panjang masalah hukum yang pernah menjeratnya, dari kasus suap hingga persembunyian aset.