Karier Phillip Tonn di kancah balap internasional kini berada di ambang ketidakpastian yang mendalam menyusul proses pemulihan cedera tangan yang berjalan sangat lambat. Pembalap muda asal Jerman tersebut terakhir kali terlihat turun ke lintasan pada bulan April lalu di Sirkuit Assen dalam ajang Kejuaraan Dunia Sportbike. Sejak saat itu, tanda tanya besar menyelimuti masa depan sang atlet yang kini memilih tinggal di Thuringia, seiring minimnya informasi resmi mengenai kondisi fisik terkini yang ia hadapi.
Situasi ini semakin mengkhawatirkan karena komunikasi dengan sang pembalap dilaporkan terputus total selama berbulan-bulan lamanya. Bahkan, manajer pribadinya mengaku sama sekali tidak pernah mendengar kabar atau menerima respon apapun sejak bulan Agustus lalu. Keheningan total dari kubu sang atlet tentu memicu berbagai spekulasi di paddock, mengingat betapa krusialnya kondisi fisik bagi seorang pembalap profesional yang menuntut kelenturan dan kekuatan motorik tangan secara maksimal untuk mengendalikan mesin berkecepatan tinggi.
Dalam wawancara terakhir yang dilakukan beberapa waktu lalu, pebalap berusia 21 tahun itu sempat mengutarakan kegusaran hatinya mengenai cedera yang membekap. «Es ist eine doofe Situation, wenn du deine Hand nicht richtig bewegen kannst,» ungkapnya dengan nada prihatin, yang jika diterjemahkan berarti bahwa situasi tersebut sangatlah menjengkelkan ketika seseorang tidak dapat menggerakkan tangannya dengan baik. Ia bahkan menambahkan bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti seberapa besar tingkat kecacatan permanen yang akan ia derita setelah proses medis berakhir.
Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh keterangan dari tim medis yang menangani perawatannya bahwa potensi adanya defisit kelenturan pada jari atau pergelangan tangan sangat mungkin terjadi. «Ich weiß auch noch nicht wirklich, inwieweit ich beeintrachtigt bleiben werde. Die Arztin hat gesagt, dass es sein kann, dass ein Streckdefizit bleibt,» imbuhnya, menegaskan bahwa dokter telah memperingatkan kemungkinan adanya gangguan fungsi ekstensi permanen pada tangannya. Prospek suram ini praktis membuat peluang untuk melakukan comeback ke lintasan balap dunia semakin menjauh dari kenyataan.
Baca Juga Aksi Spektakuler Zach Bates Gagalkan Rekor Pole Kostecki di BathurstSementara itu, kekosongan kursi di dalam struktur tim Kove Racing Team 109 yang berbasis di Inggris telah diisi oleh sejumlah pembalap pengganti secara bergantian sejak pertengahan bulan Mei. Mulai dari Loris Schonrock di Most, Daniel Mogeda di Aragon, Alessandro Zanca di Misano, hingga Hugo de Cancellis yang turun di Magny-Cours serta Cremona, dan dijadwalkan kembali tampil pada seri penutup musim di Jerez de la Frontera.
Kehadiran para pengganti ini sekaligus memperlihatkan betapa sulitnya kompetisi di kelas Sportbike menggunakan mesin 450cc bagi skuad pabrikan tersebut. Setelah sempat merasakan manisnya gelar juara dunia Supersport 300 pada musim sebelumnya bersama Benat Fernandez, performa motor tahun ini terlihat kedodoran di barisan papan tengah, menempatkan para pembalapnya kesulitan bersaing secara kompetitif di jajaran terdepan klasemen kejuaraan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!