Alvaro Bautista mengakui bahwa ia masih belum menemukan kenyamanan penuh dengan Ducati Panigale V4 R 2026, meski berhasil finis di posisi kelima pada Race 2 di Magny-Cours. Hasil itu menjadi titik terang kecil di tengah musim yang penuh tantangan bagi pembalap Spanyol tersebut.
Musim ini, motor anyar Ducati memang mendominasi WorldSBK dengan memenangkan semua balapan yang digelar sejauh ini. Namun, bagi Bautista, perjalanannya tidak semulus para rekan setimnya. Cedera pergelangan kaki yang dideritanya di Most, ditambah kesulitan mencari setelan yang pas, membuatnya kerap tertinggal di belakang.
Di akhir pekan di Magny-Cours, Bautista mengalami crash di Race 1 dan finis ke-16 di Superpole Race. Namun, pada Race 2, ia tampil lebih solid. Start yang baik membantunya naik ke posisi enam, bahkan sempat berada di belakang rombongan Ducati yang mengunci posisi lima besar. "Kali ini saya bisa menyelesaikan balapan tanpa banyak masalah," ujarnya kepada WorldSBK.com.
Bautista menjelaskan bahwa masalah utamanya adalah kurangnya feeling dengan motor. "Saya tidak menemukan perasaan yang baik dengan motor, saya tidak menemukan sesuatu yang membantu saya untuk mendorong lebih keras, dan saya berjuang dengan motor ini. Jika Anda lihat, saya menderita saat mengendarainya," keluhnya. Meski begitu, ia tetap berusaha memberikan yang terbaik. "Hari ini maksimal saya adalah posisi enam, jadi saya senang untuk itu," tambahnya.
Baca Juga Yamaha Yakin Jack Miller Pindah ke WorldSBK 2027Menariknya, Bautista juga mengungkapkan bahwa cedera pergelangan kakinya kini sudah hampir pulih. Ia menilai bahwa kunci performa lebih baik di Magny-Cours adalah keputusan untuk tidak banyak mengubah setelan motor sejak Jumat. "Di sini, sejak Jumat saya merasa tidak terlalu buruk, jadi kami memutuskan untuk tidak menyentuh motor dan membangun kepercayaan diri," jelasnya. Pendekatan ini berbeda dengan yang ia lakukan di Misano dan Donington, di mana ia justru sering mencoba berbagai setelan dan justru membuatnya semakin bingung.
Hasil ini memberikan sedikit angin segar bagi Bautista, tetapi ia sadar bahwa masih ada pekerjaan rumah besar. Dengan dominasi Ducati yang begitu kuat, tekanan untuk tampil konsisten di barisan depan tentu semakin besar. Akankah ia segera menemukan kunci untuk bersaing di puncak? Kita tunggu saja aksinya di seri berikutnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!