Cikarang Barat, Nusantara Media – Di tengah kepadatan arus mudik Lebaran 2026 yang membludak di jalur arteri Pantura, Kabupaten Bekasi, sebuah kisah perjuangan luar biasa berhasil menyentuh hati banyak orang. Seorang ayah bernama Wastum (42 tahun), warga Prumpung, Jakarta Timur, memilih cara unik untuk pulang kampung: mengayuh sepeda sambil membawa anaknya demi bisa berkumpul bersama keluarga besar di Tegal, Jawa Tengah.

Wastum ditemui wartawan di Jalan Imam Bonjol, Cikarang Barat, pada Senin malam (16 Maret 2026). Ia mengaku sudah menjalani tradisi mudik dengan sepeda ini selama sembilan tahun terakhir. Alasannya sederhana namun menyentuh: lebih hemat biaya dan bisa langsung tiba di depan pintu rumah tanpa harus mengeluarkan ongkos tambahan seperti naik bus atau kereta.

Perjalanan kali ini diperkirakan memakan waktu sekitar 51 jam – jauh lebih lama dari biasanya – karena Wastum harus mengayuh lebih pelan agar anaknya tetap nyaman. Meski melelahkan, ia tak pernah mengeluh. "Walaupun nggak punya uang, yang penting bisa kumpul sama keluarga," kata Wastum dengan senyum tulus.

- Advertisement -

Kisah ini menjadi viral di media sosial karena kontras dengan ribuan kendaraan bermotor yang memadati jalur Pantura. Di saat banyak pemudik mengeluhkan macet dan biaya tinggi, Wastum justru menunjukkan bahwa tekad dan kasih sayang keluarga bisa mengalahkan segala keterbatasan.

Mudik Lebaran 2026 tahun ini memang diprediksi menjadi salah satu yang tersibuk, dengan lonjakan volume kendaraan hingga lebih dari 100% di beberapa titik Pantura Bekasi-Karawang.