Banten , Nusantara Media – Kemampuan berkomunikasi, menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Menyadari hal tersebut, Polres Cilegon terus melakukan penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan public speaking bagi personel Polres Cilegon dan Polsek jajaran di Aula Wicaksana Laghawa Polres Cilegon, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang dipimpin Kapolres Cilegon AKBP M. Probandono Bobby Danuardi tersebut, diikuti Wakapolres Cilegon Kompol M. Ridzky Salatun, para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, para perwira serta perwakilan personel Polres dan Polsek jajaran.
Pelatihan menghadirkan Direktur TES (Training Education & Skills) Centre M. Ade Ridwan dan Trainer TES Centre Ratu Fitri.
Wakapolres Cilegon Kompol M. Ridzky Salatun dalam sambutannya mengatakan, kemampuan public speaking sangat dibutuhkan personel dalam menjalankan tugas, khususnya ketika berinteraksi langsung dengan masyarakat.
"Pelatihan public speaking ini, tentunya untuk kebaikan personel Polres Cilegon dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga harkamtibmas di wilayah hukum Polres Cilegon," ujar Wakapolres.
Ia mengajak, seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius karena kemampuan berkomunikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, Trainer TES Centre Ratu Fitri membekali personel dengan teknik komunikasi humanis dan dua arah.
Ditekankan, bahwa komunikasi humanis bukan berarti lemah, melainkan tetap tegas terhadap aturan dengan cara penyampaian yang santun, tenang dan penuh empati.
Konsep komunikasi humanis yang diberikan, mencakup tiga langkah utama, yakni accept, acknowledge dan assist.
Personel diajarkan untuk menerima keluhan masyarakat, menunjukkan pemahaman terhadap kebutuhan mereka, kemudian membantu menemukan langkah penyelesaian yang tepat.
Dalam memberikan pelayanan, personel juga dituntut mampu menyampaikan informasi secara jelas, tenang, profesional, empatik, responsif, persuasif dan membuka ruang komunikasi dua arah.
Pelatihan, juga membekali personel dalam menghadapi masyarakat yang sedang tidak puas maupun berada dalam kondisi emosional.
Peserta diarahkan untuk tidak membalas emosi dengan emosi, tetapi menerapkan tahapan listen, empathy, neutralize, tell the fact, understand the need dan resolve.
"Ketika masyarakat mulai emosi, jangan langsung melawan emosi dengan emosi. Dengarkan, tunjukkan pemahaman, jaga nada bicara tetap tenang, sampaikan fakta, pahami kebutuhannya dan berikan langkah penyelesaian," jelas Ratu Fitri.
Selain materi, pelatihan berlangsung interaktif melalui simulasi pelayanan masyarakat. Para peserta diberikan kesempatan mempraktikkan secara langsung bagaimana menghadapi berbagai situasi komunikasi di lapangan, termasuk ketika menghadapi keluhan dan percakapan yang sulit.
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi menegaskan, bahwa komunikasi merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
"Komunikasi adalah hal yang fundamental. Semua dimulai dari komunikasi, terlebih kita sebagai pelayan masyarakat. Karena itu, kemampuan berkomunikasi dengan baik harus terus kita tingkatkan,” tegas Kapolres.
Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Cilegon untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kemampuan personel dalam berkomunikasi, diharapkan tidak hanya membuat pelayanan menjadi lebih efektif, tetapi juga mampu membangun rasa percaya dan menghadirkan kehadiran polisi yang lebih humanis di tengah masyarakat.
"Semoga pelatihan ini bermanfaat dan dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ke depan, pelatihan serupa akan kembali kita jadwalkan, khususnya bagi para Bhabinkamtibmas yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat," kata Kapolres.
Kapolres juga menekankan, pentingnya membangun budaya komunikasi yang mengedepankan lima hal sederhana namun fundamental, yakni mendengar, memahami, tetap tenang, menjelaskan dan membantu.
Dengan penguatan kemampuan komunikasi tersebut, Kapolres Cilegon berharap, setiap personel mampu menjadi representasi institusi yang profesional, humanis dan solutif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan dari Kapolres Cilegon kepada Trainer TES Centre serta penyerahan sertifikat dari TES Centre kepada Kapolres Cilegon, sebelum ditutup dengan foto bersama.
Melalui pelatihan ini, Kapolres Cilegon menegaskan, bahwa profesionalisme kepolisian tidak hanya dibangun melalui kemampuan bertindak di lapangan, tetapi juga melalui kemampuan mendengar, berbicara dan memahami masyarakat.
Karena bagi Kapolres Cilegon, komunikasi yang baik adalah langkah awal untuk menghadirkan pelayanan yang semakin dekat, humanis dan dipercaya masyarakat.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!