Pecco Bagnaia mengaku kebingungan dengan hilangnya grip ban belakang yang membuatnya crash di MotoGP San Marino. Pembalap Ducati itu menyebut situasinya sangat sulit dan tak menemukan solusi.

Crash di Tikungan 2

Bagnaia memulai balapan dengan lebih baik dibanding sprint, namun pada lap keenam, ia kehilangan front end di Tikungan 2 dan terjatuh. "Saya mencoba mengikuti [Fabio] Di Giannantonio setelah Franky [Morbidelli] menjalani long lap penalty. Begitu saya mendapat sedikit spin, di tikungan dua saya kehilangan front lagi," ujarnya.

Grip yang Tak Terjelaskan

Masalah utama Bagnaia adalah kurangnya grip ban belakang. "Sulit untuk mengetahui dan menjawab, karena di Brno level gripnya tinggi dan mirip dengan di sini. Tapi di Brno, feeling saya lebih baik. Masalah grip belakang saya lebih sedikit," jelasnya. Ia juga berbicara dengan pembalap Ducati lain yang merasakan grip tinggi, namun ia sendiri tidak merasakannya.

- Advertisement -
Advertisement

Dampak ke Klasemen

Hasil buruk ini semakin menjauhkan Bagnaia dari persaingan gelar. Ia gagal keluar dari Q1 dan hanya finis ke-13 di sprint, lalu crash di balapan utama. Musim yang sulit bagi juara dunia dua kali itu terus berlanjut.

Baca Juga Pol Espargaro: Pembalap MotoGP Belum Sadar Besarnya Perubahan Ban 2027

Tantangan di Austria

MotoGP selanjutnya bergerak ke Red Bull Ring untuk GP Austria, trek yang pernah didominasi Bagnaia. Namun, ia waspada karena Michelin membawa ban belakang dengan karkas lebih keras. "Ini trek yang bagus untuk Ducati, salah satu yang terbaik untuk saya. Ketika saya merasa baik di motor, saya menang dengan selisih banyak detik. Jadi ini trek yang sangat bagus untuk saya, tapi kita perlu memahami apa yang akan kita rasakan," tutupnya.

Pecco Bagnaia crash di MotoGP San Marino
Pecco Bagnaia terjatuh di Tikungan 2 saat balapan MotoGP San Marino. (Foto: Crash.net)