Ajang balap mobil listrik Formula E harus bersiap menghadapi gelombang transisi generasi yang masif setelah berakhirnya era Gen3. Kejuaraan dunia ini harus merelakan kepergian dua sosok ikonik dan mantan juara dunia, yaitu Sebastien Buemi dan Lucas di Grassi, yang memutuskan gantung helm pada akhir Musim 12. Kehadiran para pioneer seperti Buemi dan Di Grassi sejak hari pertama penyelenggaraan telah memberikan fondasi yang sangat kuat dalam mendongkrak popularitas serta profil ajang balap monopost listrik ini di kancah motorsport global.

Di tengah kepergian para sesepuh tersebut, Antonio Felix da Costa muncul sebagai salah satu figur veteran tersisa yang menegaskan komitmen jangka panjangnya. Bergabung hanya satu balapan setelah musim perdana dimulai dan memiliki gelar juara dunia atas namanya sendiri, Da Costa berbagi ikatan emosional yang kuat dengan para legenda yang baru saja pensiun. Berbicara secara eksklusif kepada Motorsport Week menjelang seri penutup Musim 12 di London, pembalap asal Portugal ini menyampaikan penghormatan mendalam kepada Lucas di Grassi yang kerap dijuluki sebagai 'Mr Formula E'.

"Ini adalah kehilangan yang masif di banyak area," ungkap Da Costa dalam wawancara eksklusifnya. Ia memuji karakter pribadi Di Grassi sebagai sosok keluarga yang taat beragama serta memiliki kontribusi raksasa bagi perkembangan kejuaraan. "Sebagai manusia, dia adalah sosok yang hebat, seorang pria keluarga, pria yang beriman. Dia telah membantu kejuaraan ini dalam banyak hal. Kelompok pembalap, kelompok tim, kelompok seri. Dia pada dasarnya adalah pembalap nomor nol dari seri ini."

- Advertisement -
Advertisement

Meskipun mengakui bahwa kepergian para legenda adalah siklus alami dalam dunia olahraga di mana regenerasi terus berjalan dan para pembalap muda berbakat mulai berdatangan, Da Costa memastikan bahwa dirinya belum memiliki rencana untuk mengikuti jejak rekan-rekan seangkatannya dalam waktu dekat. Pembalap berusia 35 tahun yang baru saja melewati musim debut yang sukses bersama tim Jaguar—di mana ia sukses meraih kemenangan gemilang di Jeddah dan Jarama—berencana untuk terus membalap selama beberapa tahun ke depan.

"Tapi inilah hidup. Orang-orang pensiun, orang-orang bertambah tua, anak-anak baru akan datang. Waktu saya akan tiba dalam beberapa tahun ke depan, saya harap, tidak dalam waktu dekat. Saya telah balapan melawan Lucas di sini sejak Hari Nol dan itulah yang saya katakan kepadanya juga," kenang Da Costa mengenang masa lalunya sebagai pembalap muda yang mengidolakan Di Grassi di ajang formula junior.

Baca Juga Taylor Barnard Resmi Gabung Fortescue Zero Racing di Formula E

Transformasi besar di grid Formula E sendiri semakin terasa nyata dengan masuknya deretan pembalap muda berbakat dari ajang Formula 2 dan Formula 3, seperti Theo Pourchaire dan Zak O’Sullivan yang bersiap menyambut era baru Gen4. Fenomena ini menunjukkan bahwa daya tarik Formula E semakin diakui oleh para pembalap muda sebagai puncak karier profesional mereka. Namun, ketika disinggung mengenai rencana masa depannya di tengah gempuran para 'anak baru' tersebut, Da Costa memberikan penolakan yang tegas namun penuh canda tawa.

"Tidak! Kalian akan sering melihat saya," ujar Da Costa sambil tersenyum lebar menepis segala spekulasi tentang masa pensiunnya. "Saya masih jauh dari kata pensiun – jangan khawatir!" Dengan kepastian ini, Da Costa akan tetap menjadi salah satu pilar utama di grid Musim 13 bersama Jaguar, siap membimbing generasi baru sekaligus memburu kemenangan demi kemenangan di masa depan.