Teka-teki mengenai masa depan Taylor Barnard di ajang balap mobil listrik dunia akhirnya menemui titik terang setelah pengumuman resmi dirilis. Perjalanan karier pembalap muda asal Inggris ini sempat menjadi salah satu topik paling menyita perhatian selama jeda musim Formula E, mengingat performa impresifnya sejak pertama kali mencuri panggung utama pada musim kesepuluh yang lalu.
Kesempatan emas tersebut datang ketika ia ditunjuk sebagai pengganti pembalap senior Sam Bird yang terpaksa absen akibat cedera dalam rangkaian seri balapan di Monaco dan Berlin. Penampilan yang luar biasa dalam usia yang masih sangat belia langsung mengantarkannya pada kontrak penuh untuk mengarungi musim berikutnya, di mana ia berdampingan langsung dengan sang pebalap veteran berpengalaman di dalam garasi tim.
Setelah masa bakti bersama McLaren berakhir, bursa transfer langsung diramaikan oleh perebutan tanda tangan Barnard oleh berbagai tim papan atas. Berdasarkan laporan dari Motorsport Week, sang pembalap sempat menolak tawaran dari McLaren untuk bertahan melalui ajang balap seri lain, dan lebih memilih untuk bergabung dengan DS Penske dalam petualangan satu musim yang akhirnya usai menyusul mundurnya pabrikan asal Prancis tersebut dari kejuaraan.
Musim kompetisi tersebut memang berjalan cukup berat dan penuh tantangan bagi Barnard, di mana ia seringkali kesulitan memaksimalkan potensi terbaiknya akibat paket kendaraan dari skuad campuran Prancis-Amerika Serikat tersebut yang gagal bersaing di barisan depan. Kendati demikian, musim penutup tersebut ditutup secara manis lewat kemenangan perdana yang sangat emosional di balapan pemungkas yang digelar di hadapan pendukung setianya sendiri di kota London.
Di balik euforia kemenangan tersebut, awan kelam kembali menyelimuti masa depan Barnard ketika Penske mengalami kesulitan besar untuk mengamankan slot pendaftaran baru di kejuaraan musim berikutnya. Beruntung, penyedia teknologi pengisian daya pit Formula E, Fortescue, hadir sebagai penyelamat dengan mengambil alih entitas tersebut dan turun gelanggang menggunakan pasokan unit daya dari Jaguar di bawah bendera baru Fortescue Zero Racing.
Pertanyaan besar sempat menyelimuti paddock mengenai siapa sosok yang akan dipercaya mengemudikan mobil untuk skuad baru yang berbasis di Kidlington tersebut. Kepastian akhirnya terjawab setelah tim secara resmi mengonfirmasi bahwa Barnard dipastikan tetap dipertahankan untuk memimpin proyek ambisius ini dalam menghadapi musim perdana yang diprediksi tidak akan berjalan mudah bagi sebuah tim debutan.
Dalam pernyataan resminya menyambut kepastian ini, Barnard mengungkapkan antusiasmenya yang besar. "Saya sangat bersemangat untuk bergabung dengan Fortescue Zero Racing dan menjadi bagian dari upaya membangun sesuatu dari awal," ujarnya. Ia menambahkan bahwa tim baru ini memiliki tingkat ambisi yang sangat tinggi, dan dirinya bertekad penuh untuk membantu menerjemahkan ambisi tersebut menjadi deretan hasil nyata di atas lintasan balap.
Lebih lanjut, pembalap berbakat tersebut juga menyoroti rekam jejak perusahaan induk dalam mengembangkan teknologi kelistrikan performa tinggi. "Fortescue Zero memiliki sejarah yang kuat dalam mengembangkan teknologi listrik berkinerja tinggi, dan saya tidak sabar untuk bekerja sama dengan tim serta membantu mendorong teknologi itu lebih jauh dan lebih cepat dari sebelumnya. Kami tahu ada banyak kerja keras di depan, tetapi justru itulah yang membuat kesempatan ini begitu mengasyikkan. Saya tidak sabar untuk segera memulai pekerjaan ini," imbuhnya.
Sementara itu, Prinsipal Tim Fortescue, Jim Wright, menyambut kedatangan pembalap utamanya ini dengan penuh keyakinan tinggi. Menurutnya, keputusan merekrut sang pebalap muda adalah langkah pondasi yang sangat tepat bagi masa depan tim. "Taylor adalah tipe pembalap yang sangat diinginkan oleh tim baru untuk membangun fondasi di sekitarnya. Dia telah membuktikan bahwa dia memiliki kecepatan, kedisiplinan, dan teknik balap yang mumpuni untuk bersaing di barisan terdepan Formula E," ungkap Wright.
Wright juga memuji karakter serta kecerdasan sang pebalap dalam bekerja sama dengan para insinyur di garasi. "Barnard masih muda, memiliki motivasi tinggi, dan menyimpan potensi yang luar biasa besar. Yang tidak kalah penting, dia tahu bagaimana cara bekerja sama dengan para insinyur dan memeras setiap tetes performa serta efisiensi dari mobil. Kami sedang membangun tim baru dengan ambisi yang serius. Taylor adalah kepingan puzzle pertama dari gambar tersebut, dan kami sangat antusias melihat apa yang dapat kami capai bersama-sama," pungkasnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!