Kimi Antonelli kembali menegaskan dominasinya di Formula 1 2026 dengan kemenangan di Grand Prix Spanyol di Madring, Madrid. Pebalap Mercedes berusia 20 tahun itu tampil tanpa cela sepanjang 57 lap, memanfaatkan kesalahan dan kemalangan rival-rivalnya untuk memperlebar keunggulan poin menjadi 15 angka. Ini bukan pertama kalinya Mercedes tidak menjadi yang tercepat, namun Antonelli selalu berada di posisi tepat untuk memetik hasil maksimal.
Sejak awal akhir pekan, Mercedes memang tidak mendominasi. Mereka kalah pole untuk keempat kalinya berturut-turut. Namun, balapan di sirkuit baru yang menantang ini membuktikan bahwa konsistensi dan ketenangan Antonelli adalah senjata mematikan. Ia bahkan kembali mengalahkan rekan setimnya, George Russell, sementara Lewis Hamilton harus mengakhiri balapan lebih awal karena masalah rem.
Norris Cepat, Tapi Belum Beruntung
Lando Norris menunjukkan performa impresif dengan meraih pole position, meski lap terakhirnya di Q3 hampir rusak karena kesalahan di tikungan terakhir. Pebalap McLaren itu kemudian mengendalikan balapan sebelum periode virtual safety car (VSC) yang dipicu oleh pensiunnya Lance Stroll mengubah segalanya. Norris harus puas finis di posisi kedua, tetapi ia membuktikan bahwa dirinya masih dalam performa terbaik, dengan tiga kemenangan dari empat balapan terakhir.
Strategi McLaren menjadi sorotan. Keterlambatan saat pit stop dan timing VSC membuat Norris kehilangan kemenangan yang seharusnya mudah. Meski demikian, ia tetap tenang dan mengumpulkan poin penting. Kegagalan di Monza sebelumnya tidak menggoyahkan mentalnya, dan di Madrid ia kembali menunjukkan kelasnya sebagai juara dunia bertahan.
Madring: Debut yang Kurang Menggigit
Sirkuit Madring yang baru pertama kali menggelar F1 menuai kritik. Balapan berjalan monoton dengan para pembalap lebih fokus menghemat ban depan kiri daripada saling menyerang. Trek sepanjang 5,4 km ini dinilai tidak cocok untuk overtaking, bahkan lebih membosankan dibandingkan Barcelona. Meski secara off-track venue ini tertata baik dan memberikan tantangan satu lap yang mendebarkan, secara aksi balapan, Madring dianggap menyia-nyiakan kesempatan.
Baca Juga George Russell Hadapi Ancaman Serius dari Antonelli di F1 2026Hamilton: Ambisi Juara Pupus di Spanyol
Nasib nahas menimpa Lewis Hamilton. Harapan juara dunianya musim ini kandas di Spanyol akibat masalah rem yang memaksanya pensiun. Ironis, karena tujuh seri lalu di Spanyol pula ia meraih kemenangan pertamanya bersama Ferrari. Kini, harapan gelar kedelapan sirna, dan ia harus fokus membantu tim memperbaiki performa.
Dengan hasil ini, Antonelli semakin kokoh di puncak klasemen, sementara Norris dan McLaren harus segera bangkit jika ingin mengejar. Madring mungkin bukan sirkuit ideal, tetapi drama di dalamnya tetap memberikan cerita menarik dalam perjalanan gelar musim 2026.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!