Keputusan kontroversial Red Bull yang memerintahkan Max Verstappen menyerahkan posisi kepada Lewis Hamilton pada awal Grand Prix Spanyol membuahkan polemik. Team principal Laurent Mekies angkat bicara, menjelaskan bahwa tim memilih menelan pil pahit demi menghindari hukuman yang lebih besar dari steward FIA.

Insiden bermula ketika Max Verstappen memotong tikungan pertama saat bertarung dengan Hamilton untuk posisi ketiga. Pembalap Belanda itu kemudian melewati Andrea Kimi Antonelli di lap pembuka, namun Red Bull melalui engineer Gianpiero Lambiase memerintahkannya untuk mengembalikan posisi kepada Hamilton—yang berarti juga membiarkan Antonelli lewat.

Verstappen sempat meledak di radio tim, memprotes keras keputusan tersebut. "Mate, apa yang kalian bicarakan? Dia akan menabrak! Jika aku tetap di lintasan, aku keluar dari balapan," ujarnya geram. Meski demikian, ia akhirnya menuruti perintah setelah protes keras.

- Advertisement -
Advertisement

Mekies mengakui tim tidak mengharapkan "email terima kasih dari Max di dalam mobil" atas keputusan itu. Namun, ia menegaskan bahwa memberi posisi adalah langkah paling aman daripada risiko penalti lima atau sepuluh detik dari steward. "Kami pikir lebih baik menanggung rasa sakit saat itu dan bertarung kembali setelahnya," jelas Mekies kepada F1 TV.

Keputusan tersebut terbukti tidak sia-sia. Hamilton kemudian mengalami masalah rem yang memaksanya pensiun untuk pertama kalinya musim ini, dan Verstappen berhasil merebut kembali posisinya. Pembalap Red Bull itu akhirnya finis kedua di belakang Antonelli, yang tampil impresif.

Baca Juga Grosjean Minta Maaf ke Zak Brown soal Komentar Piastri

Setelah balapan, Verstappen memberikan pandangannya yang lebih tenang. Ia mengklaim bahwa jika tetap di lintasan, ia akan mengalami kerusakan akibat kontak dengan Hamilton. "Aku akan mengalami kerusakan di awal jika tetap di trek, maka kemenangan juga tidak mungkin. Sesederhana itu," ujarnya. "Aku hanya melakukan hal sendiri di Tikungan 1, tapi Lewis menyerang dua pembalap di depan dan menghantam kerb. Dia melompat kembali ke lintasan, itulah sebabnya aku harus keluar."

Keputusan Red Bull ini menyoroti dilema strategi yang sering dihadapi tim: mematuhi aturan atau mempertahankan posisi di lintasan. Dengan finis kedua, Verstappen tetap meraih poin berharga, sementara Hamilton pulang dengan tangan hampa. Grand Prix Spanyol ini menjadi pengingat bahwa kadang menyerah sesaat adalah langkah cerdas untuk hasil jangka panjang.