Lampung Selatan, Nusantara Media  – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 27 Maret 2026 pukul 00:00 hingga 24:00 WIB. Gunung api setinggi 157 mdpl yang terletak di Selat Sunda ini masih berada pada Tingkat Aktivitas Level II (Waspada).

Menurut laporan yang disusun oleh Muhammad Dika Nurzaman, kondisi meteorologi di sekitar Gunung Anak Krakatau didominasi cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan dan barat daya. Suhu udara tercatat antara 24,1–29,3 °C dengan kelembaban udara 78–98%. Volume curah hujan mencapai 18,8 mm dalam sehari.

Secara visual, gunung teramati jelas hingga kabut level 0-III. Asap kawah bertekanan lemah keluar berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi hanya 1-5 meter di atas puncak kawah. Ombak laut di sekitar kawasan dilaporkan tenang.

- Advertisement -

Pada parameter kegempaan, tercatat satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5,1 mm, S-P 16 detik, dan durasi 59 detik. Selain itu, tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0,5–2 mm (dominan 0,5 mm).

"Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif," demikian rekomendasi resmi PVMBG yang tertuang dalam laporan tersebut.

Status Level II (Waspada) ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Anak Krakatau masih menunjukkan fluktuasi, meski belum menunjukkan peningkatan signifikan menuju erupsi besar. Masyarakat pesisir Lampung Selatan dan sekitarnya diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari PVMBG serta BMKG.

Hingga saat ini, tidak ada laporan letusan atau lontaran material vulkanik pada periode pengamatan kemarin. Namun, potensi bahaya seperti lontaran abu atau gas tetap menjadi perhatian, terutama bagi nelayan dan wisatawan yang sering mendekati kawasan Selat Sunda.

PVMBG terus memantau secara intensif aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diimbau tidak terprovokasi oleh informasi tidak resmi dan selalu mengutamakan keselamatan dengan menjaga jarak aman dari kawah aktif.