Pekan balap yang melelahkan di Sirkuit Portimao menyisakan cerita dramatis bagi Max Verstappen yang harus puas mengakhiri balapan tanpa champagne di atas podium. Meskipun tidak meraih kemenangan dalam ajang 3 Ore penutup kejuaraan GT World Challenge Europe tersebut, sang juara dunia F1 tetap berhasil memukau para penonton setia melalui aksi-aksi overtake berani dan duel ketat roda ke roda sepanjang malam. Tampil sebagai bintang utama pada jam ketiga sekaligus sesi terakhir balapan malam hari itu, Verstappen menunjukkan determinasi tingkat tinggi di balik kemudi mobil balap GT3.

Perjalanan tim Verstappen.com Racing sebenarnya menjanjikan sejak awal sesi, di mana mereka memulai perlombaan dari posisi kelima belas di grid. Ben Barnicoat bertindak sebagai pembuka jalan yang solid sebelum menyerahkan kemudi kepada rekan setimnya, Chris Lulham. Sayangnya, momentum positif tersebut harus terhenti seketika ketika insiden di tengah balapan melibatkan mobil Mercedes-AMG GT3 nomor 3 yang dikemudikan oleh Lulham dengan mobil nomor 48 milik Luca Stolz yang sedang memperebutkan posisi kelima.

Manuver agresif tersebut berujung pada hukuman berat bagi kubu Verstappen. Chris Lulham dijatuhi penalti Drive Through setelah terbukti menyenggol mobil lawannya hingga terpintar. Keputusan pengawas balapan ini praktis menghancurkan peluang tim untuk merebut podium juara di Portimao. Posisi mereka yang sempat berada di ambang lima besar langsung merosot drastis, memaksa tim bekerja lebih keras di sisa waktu balapan yang semakin menipis di bawah sorotan lampu malam.

- Advertisement -
Advertisement

Ketika Arthur Leclerc dan para pembalap papan atas lainnya melaju tanpa hambatan di barisan depan, Verstappen akhirnya mengambil alih kemudi pada satu jam terakhir perlombaan. Memulai dari posisi ke-24 yang sangat mengecewakan, pembalap asal Belanda ini langsung mengerahkan seluruh kemampuan teknisnya untuk melakukan comeback luar biasa. Ia menyajikan tontonan kelas dunia lewat manuver menyalip dari sisi luar lintasan serta teknik memotong jalur yang mengejutkan dua rival sekaligus dalam satu tikungan.

Baca Juga Upgrade Mercedes di F1 Bahrain 2026: Ancaman Serius untuk Rival

Menjelang garis finis, Verstappen terlibat pertarungan sengit melawan Arthur Leclerc yang mengendarai Ferrari 296 GT3 milik tim AF Corse. Aksi kejar-mengejar tersebut berhasil memikat perhatian para penggemar motorsport di seluruh dunia. Berkat perjuangan tanpa kenal lelah, Verstappen sukses melintasi garis finis di urutan kesembilan secara keseluruhan. Sementara itu, kemenangan mutlak diraih oleh tim GetSpeed melalui mobil Mercedes nomor 17 yang dikemudikan oleh Ralf Aron, Maximilian Gotz, dan Fabian Schiller, sedangkan legenda MotoGP Valentino Rossi harus menerima kenyataan pahit gagal finis.