Komentar Toto Wolff yang menyebut timnya tidak punya uang untuk mengembangkan mobil sempat mengundang reaksi sinis dari rival. Namun, di balik pernyataan itu, ada perhitungan rumit yang sedang dijalani Mercedes di bawah aturan batas biaya (cost cap).

Wolff mengungkapkan hal tersebut setelah Kimi Antonelli gagal meraih kemenangan di Zandvoort. Baginya, fokus pengembangan di awal musim adalah keputusan yang tepat, meski tim gagal memanfaatkan keunggulan awal karena masalah reliabilitas.

Deputi prinsipal tim, Bradley Lord, menjelaskan bahwa setiap tim di era cost cap harus menyeimbangkan jumlah karyawan, gaji, dan biaya produksi komponen. Mereka juga harus memutuskan kapan memproduksi suku cadang baru, serta berapa banyak stok yang dibawa ke sirkuit. Ini adalah seni dalam sains, karena tim yang sedang mengejar ketertinggalan mungkin membuat pilihan berbeda dibanding tim yang memimpin.

- Advertisement -
Advertisement

Lord menambahkan bahwa meski Mercedes terus menemukan performa di terowongan angin, tantangannya adalah mengubah keuntungan virtual menjadi komponen nyata. Misalnya, apakah memproduksi lantai baru segera setelah ditemukan peningkatan performa, atau menunggu hingga dibutuhkan untuk menyelesaikan musim. Ia juga mengingatkan bahwa tim lain mungkin memperkenalkan peningkatan dalam langkah kecil yang lebih sering, bukan dalam satu paket besar.

Baca Juga Grid Start F1 GP Belanda 2026: Norris Pole, Verstappen P7

Direktur teknik lintasan, Andrew Shovlin, mengakui bahwa Mercedes akan memproduksi satu lantai dan satu paket bodi lebih sedikit dibanding rival seperti Ferrari dan McLaren. Namun, ia menegaskan bahwa jika defisit performa melebihi potensi peningkatan dari terowongan angin, itu akan menjadi kekhawatiran. Saat ini, mereka yakin sebagian besar gambaran klasemen berasal dari penjadwalan upgrade, meski Zandvoort juga memunculkan pertanyaan tentang ekstraksi performa maksimal dari mobil.

Dengan persaingan yang ketat, paket upgrade besar Mercedes ditargetkan untuk rangkaian balapan di Meksiko, Brasil, dan Las Vegas. Mereka optimistis bisa bersaing, dan pernyataan Wolff sebenarnya adalah pengakuan realistis tentang batasan finansial yang dihadapi semua tim.