ADS NUSANTARA MEDIA
15s
↓ Scroll to continue with content ↓
Rabu, 8 Apr 2026
BREAKING NEWS
Daerah ×
Banten Bekasi DKI Jakarta Kepulauan Riau Jawa Tengah Kota Serang Jawa Timur Bandung Jakarta Sumatera Selatan Oku Timur Sumatera Barat Tangerang Pandeglang Sumatera Utara Batam Palembang Jawa Barat
Olahraga ×
Bola MotoGP WorldSBK Otomotif MMA Formula 1
Pariwisata ×
Religi Food & Travel
Pemerintah ×
Politik
Peristiwa ×
Kriminal
Lainnya ×
Bisnis Kesehatan Pendidikan
Menu
×
Home

Oknum Ketua PAC GRIB Jaya Randublatung Blora Diduga Ngamuk Minta Free Room di Kafe, Jual Nama Prabowo hingga Lecehkan Polisi – Viral!

23x ditonton 08 Apr 2026
Bagikan:
Deskripsi Video
Blora – Citra organisasi kemasyarakatan (ormas) kembali tercoreng akibat ulah oknum pimpinannya. Sunoto alias Dawer (Snto), Ketua PAC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya) Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, menjadi sorotan setelah diduga melakukan aksi premanisme di sebuah kafe di Kecamatan Sambong.
Menurut saksi mata, kejadian bermula pada Sabtu malam, 4 April 2026. Dawer datang ke kafe tersebut menggunakan mobil operasional berlogo GRIB Jaya. Ia langsung meminta fasilitas “free room” alias ruangan karaoke gratis. Ketika pengelola kafe tidak memenuhi permintaannya, sikap Dawer berubah menjadi kasar.
Ia diduga melontarkan makian kasar dan provokasi verbal yang membuat suasana kafe memanas. Yang lebih mengejutkan, oknum ini disebut-sebut membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto untuk menekan pihak pengelola.
“Ini aku yang jaga Prabowo, bukan kamu jaga esek-esek!” teriak Dawer dengan nada tinggi, sebagaimana dikutip dari kesaksian pengunjung yang beredar di media sosial.
Tidak hanya itu, Dawer juga diduga melecehkan polisi yang datang ke lokasi untuk menenangkan situasi. Sikap arogan dan sesumbar “tak takut polisi” semakin memperburuk citra ormas yang bersangkutan.
Peristiwa ini cepat viral melalui video yang diunggah di berbagai platform seperti Instagram, X (Twitter), TikTok, dan Facebook. Banyak warganet mengecam keras tindakan tersebut dan menilai bahwa oknum seperti ini merusak nama baik ormas serta nama besar Prabowo Subianto yang sedang menjabat sebagai Presiden.