Hari Kedua Pencarian Raka Mudiawan (14) Hilang Terseret Arus di Pantai Carita Pandeglang Masih Nihil,
Deskripsi Video
Pandeglang, Nusantara Media – Pencarian terhadap Raka Mudiawan (14), remaja asal Rajeg, Kabupaten Tangerang yang hilang terseret arus laut di Pantai Kondominium Utara Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, memasuki hari kedua tanpa hasil positif hingga Sabtu (14/3/2026) pagi.
Raka Mudiawan hilang pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 17.45 WIB saat berenang di perairan pantai tersebut. Korban merupakan bagian dari rombongan wisatawan asal Tangerang berjumlah 45 orang yang datang untuk buka puasa bersama di kawasan Condominium Utara Carita. Beberapa anggota rombongan, termasuk korban, memutuskan berenang meski waktu sudah menjelang Magrib dan kondisi pantai berbahaya akibat arus kuat.
Raka Mudiawan, usia 14 tahun, warga Rajeg, Kabupaten Tangerang. Ia diduga terseret arus deras saat berada di perairan. Rekan yang ikut berenang sempat berusaha menolong, namun korban terlepas dan hilang dari pandangan.
Kawasan Pantai Kondominium Utara Carita (juga dikenal sebagai Pantai Lippo Carita), Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Kejadian tragis terjadi Kamis (12/3/2026) pukul 17.45 WIB. Tim SAR gabungan (Basarnas, Polairud, Balawista, dan relawan) langsung melakukan pencarian sejak hari pertama. Operasi dihentikan sementara pada Jumat sore pukul 17.00 WIB karena faktor cuaca dan keselamatan, dan dilanjutkan kembali pada Sabtu (14/3/2026). Hingga pagi hari ini, pencarian hari kedua masih nihil atau belum menemukan korban.
Korban terseret arus laut yang kuat di area pantai yang dikenal berbahaya jelang senja. Meski sempat diingatkan teman-temannya, korban dan beberapa orang tetap berenang. Tim SAR gabungan mengerahkan personel, perahu, dan peralatan pencarian untuk menyisir area perairan dan pantai sekitar.
Hingga saat ini, keluarga korban masih setia menunggu di lokasi kejadian sambil berharap adanya keajaiban. Tim SAR terus berupaya maksimal dengan koordinasi ketat, meski kondisi arus dan cuaca menjadi tantangan utama.
Kepala Kantor Basarnas Banten dan Ketua Balawista Banten menyatakan pencarian akan diperluas jika diperlukan, termasuk melibatkan lebih banyak personel dan teknologi pendukung.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap arus bawah dan kondisi pantai, terutama saat menjelang magrib atau cuaca tidak menentu.