Max Verstappen mengaku frustrasi setelah Red Bull gagal bersaing dengan Mercedes pada Grand Prix Italia di Monza. Pembalap asal Belanda itu merasa seperti “kura-kura” di trek lurus, tak mampu mengejar kecepatan mobil bertenaga Mercedes.
Verstappen, yang memulai balapan dari posisi kelima, tampil impresif dengan naik ke posisi ketiga. Namun, setelah pit stop di bawah Virtual Safety Car, ia kesulitan mengejar duo Mercedes yang bertarung di depan. “Kami tidak bisa mengimbangi tenaga mobil bermesin Mercedes,” ujarnya, seperti dilansir dari Crash.net.
Di trek seperti Monza yang mengandalkan kecepatan lurus, masalah ini menjadi sangat krusial. Verstappen mengakui bahwa meskipun mode overtake-nya terlihat menjanjikan, begitu memimpin, ia sangat sulit bertahan. “Bahkan dengan ban baru, saya kesulitan menyalip McLaren karena mereka bisa memakai mode overtake yang lebih kuat,” tambahnya.
Meski menghadapi kesulitan, Verstappen tetap bangga bisa naik podium setelah akhir pekan yang sulit di Zandvoort. “Kami berhasil bangkit dari Jumat ke Sabtu. Mobil berada di window yang lebih baik, tapi masih ada beberapa area yang perlu diperbaiki, terutama tenaga di trek lurus,” jelasnya.
Baca Juga Mercedes Respons DSQ Verstappen, Ferrari Soroti HamiltonVerstappen juga mengomentari duelnya di tikungan, di mana ia merasa senang bisa menyalip di zona pengereman. “Mobil ini bagus saat mengerem, jadi saya percaya diri menyerang. Tapi di trek lurus, rasanya seperti kura-kura,” katanya dengan nada frustrasi.
Dengan hasil ini, Red Bull tetap kokoh di puncak klasemen konstruktor, namun Max Verstappen tertinggal di belakang Mercedes dalam perburuan gelar.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!