Yuki Tsunoda mengaku Racing Bulls “cukup terkesan” dengan caranya beradaptasi dengan mobil Formula 1 spesifikasi 2026, saat ia menggantikan Liam Lawson di Grand Prix Belanda. Lawson dipanggil Red Bull setelah Isack Hadjar mengalami cedera pergelangan tangan saat jeda musim panas, membuka peluang bagi Tsunoda untuk turun di Zandvoort dalam akhir pekan sprint yang menantang.
Pembalap 26 tahun itu awalnya asing dengan generasi baru mobil, namun ia terus mendekati rekan setimnya yang tampil impresif, Arvid Lindblad. Pada sesi latihan bebas pertama, Tsunoda tertinggal 0,825 detik, tetapi deficit itu menyusut menjadi 0,433 detik di SQ1, 0,360 detik di SQ2, lalu 0,011 detik di Q1 dan 0,102 detik di Q2. Ia finis sprint race 11,5 detik di belakang Lindblad.
“Jujur, saya sangat senang,” ujar pembalap Jepang itu. “Saya sangat menikmati kualifikasi ini. Kualifikasi kemarin masih kurang, karena saya belum tahu batasnya, mobil masih baru. Tapi kualifikasi kali ini lebih seperti kualifikasi sebenarnya, saya bisa lebih percaya pada mobil dan melemparkannya ke tikungan. Saya tahu masih banyak yang bisa ditingkatkan. Tapi jujur, saya merindukan perasaan ini, mengejar seperseribu detik terakhir, sepersepuluh detik terakhir, dan saya sangat menikmatinya.”
Mobil F1 baru menuntut manajemen energi yang canggih di atas sasis dan aerodinamika yang didesain ulang. Tsunoda tidak menampik bahwa ini tantangan besar di berbagai area. “Ini mobil yang berbeda, benar-benar berbeda,” katanya. “Perasaan rem, saat saya masuk ke simulator VCARB, hal pertama yang saya rasakan, ketika saya mengerem seperti tahun lalu, saya langsung menabrak dinding! Besarnya tekanan, batas-batasnya, semuanya berbeda. Downforce juga berbeda. Deploy energi, ke mana harus mengalirkannya, tiba-tiba ada deselerasi dari mobil. Itu tidak mudah untuk beradaptasi. Jujur, banyak hal yang harus saya kejar, tapi saya bisa terbiasa lebih cepat dari perkiraan. Jadi, saya cukup puas dengan apa yang saya lakukan.”
Baca Juga Verstappen: Gap Rekan Setim Menipis karena Mobil Lebih Mudah DikendaraiSprint race yang berlangsung 24 lap sangat berguna bagi Tsunoda untuk memahami prosedur start dan mengumpulkan pengalaman berharga. “Setiap lap saya belajar, dan saya pikir saya membuktikannya di kualifikasi ini, setiap sesi saya semakin dekat,” tambahnya.
Meski gagal masuk Q3 hanya dengan selisih sepersepuluh detik, Tsunoda yakin tim tetap puas dengan performanya. “Tim jelas ingin kedua mobil masuk Q3,” akunya, setelah memulai balapan dari posisi ke-12. “Tapi sejak kemarin, mereka cukup terkesan dengan adaptasi saya. Saya pikir kami bisa bersaing lebih baik di balapan nanti.”
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!