Palembang, Nusantara Media – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) II/Sriwijaya kembali menunjukkan komitmen tegasnya dalam mewujudkan tata kelola program dan anggaran yang bersih, transparan, serta akuntabel. Komitmen ini dibuktikan melalui kesuksesan pelaksanaan kegiatan KDKMP yang kini telah mencapai progres penyelesaian luar biasa di berbagai wilayah teritorialnya.

Hingga saat ini, sebanyak 900 titik kegiatan KDKMP di seluruh wilayah jajaran Kodam II/Sriwijaya telah selesai dilaksanakan dengan tingkat pencapaian sempurna, yakni 100 persen. Keberhasilan ini menjadi wujud nyata dari dedikasi TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam II/Sriwijaya, dalam memastikan setiap program pemerintah dan komando atas berjalan efektif, tepat sasaran, dan langsung memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Pangdam II/Sriwijaya menegaskan bahwa kunci utama dari kesuksesan dan kecepatan penyelesaian 900 titik program KDKMP ini terletak pada sistem distribusi dan pengawasan anggaran yang sangat ketat. Berbeda dengan birokrasi yang panjang, dalam pelaksanaan KDKMP kali ini, anggaran yang telah dialokasikan oleh negara ditransfer secara langsung oleh Komando Atas kepada masing-masing Komando Distrik Militer (Kodim) yang bertindak sebagai pelaksana kegiatan utama di lapangan.

- Advertisement -

"Dengan mekanisme transfer langsung tersebut, kami memastikan tidak terdapat lagi pemotongan anggaran atau dana yang harus dikembalikan maupun disetorkan kepada satuan atas. Ini adalah bentuk transparansi mutlak," tegas pihak Kodam II/Sriwijaya dalam komitmen tertulisnya.

Mekanisme zero deduction atau tanpa potongan ini memberikan keleluasaan sekaligus tanggung jawab penuh kepada Komandan Kodim (Dandim) beserta jajarannya untuk memaksimalkan dana yang ada. Seluruh anggaran diwajibkan untuk digunakan sesuai dengan peruntukan dan kebutuhan riil pekerjaan di lapangan.

Lebih lanjut, pengerjaan di lapangan juga diawasi agar tidak melenceng dari perencanaan matang yang telah ditetapkan sebelumnya. Setiap pembangunan fisik maupun non-fisik dalam 900 titik KDKMP tersebut harus merujuk pada Detail Engineering Design (DED). Hal ini bertujuan agar kualitas bangunan dan spesifikasi teknis benar-benar terjamin, sehingga infrastruktur atau program yang dihasilkan memiliki usia pakai yang panjang dan aman digunakan oleh masyarakat.

Komitmen Kodam II/Sriwijaya ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan yang terarah dan dapat dipertanggungjawabkan secara komprehensif. Akuntabilitas yang ditekankan tidak hanya sebatas pada hasil fisik yang tampak di lapangan, melainkan juga tertib secara administrasi pelaporan. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus memiliki bukti serapan yang jelas dan sah.

Rampungnya 900 titik KDKMP ini tidak hanya menjadi prestasi administratif bagi Kodam II/Sriwijaya, tetapi juga membawa angin segar bagi percepatan pembangunan di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Kehadiran TNI di tengah masyarakat melalui program KDKMP diharapkan dapat terus menjadi solusi atas berbagai kesulitan rakyat, sekaligus memperkokoh Kemanunggalan TNI dan Rakyat.