Pimpinan tim Mercedes Formula 1, Toto Wolff, melontarkan candaan khas usai balapan sengit di Grand Prix Singapura. Ia menyebut bahwa pebalap mudanya, Kimi Antonelli, membutuhkan sebuah bantal tambahan di bawah joknya agar bisa melihat garis putih batas lintasan dengan lebih jelas setelah sang pebalap muda kembali, mengalami masalah serupa di sirkuit jalan raya Marina Bay yang menuntut konsentrasi tingkat tinggi.
Dalam jalannya lomba akhir pekan lalu, pebalap asal Italia tersebut tercatat melanggar batas lintasan atau track limits sebanyak empat kali. Secara teori balapan Formula 1, pelanggaran keempat seharusnya mendatangkan hukuman penalti waktu selama lima detik. Beruntung bagi kubu Panah Perak, ia berhasil lolos dari sanksi berat tersebut karena salah satu insiden terjadi akibat hilangnya kendali kendaraan di tengah kendala sistem pengereman yang mendadak muncul di kokpit mobilnya.
Meskipun sanksi tambahan tersebut tidak akan mengubah posisi akhir sang pemimpin klasemen kejuaraan yang berhasil mengamankan podium ketiga dengan keunggulan selisih waktu 16 detik dari pesaing terdekatnya, situasi menegangkan itu tetap membuat Toto Wolff merasa sedikit gelisah di pinggir pit wall. Sang prinsipal asal Austria itu menyoroti bagaimana anak didiknya harus berjuang ekstra keras mengendalikan mobil yang tidak lagi mendominasi seperti paruh pertama musim kompetisi tahun ini.
Ketika berbicara eksklusif kepada Motorsport.com mengenai fase perkembangan sang pebalap muda di tengah situasi mobil yang kurang kompetitif belakangan ini, Toto Wolff memberikan analisis mendalamnya. "Saya pikir ini adalah fase yang bagus karena, persis seperti yang Anda katakan, kami sempat memiliki mobil yang sangat dominan di awal musim, dan ia memaksimalkan potensinya dengan sangat baik," ujar Toto Wolff mengawali evaluasi teknisnya.
Baca Juga Aprilia Pamer Livery Vespa Putih di MotoGP Misano, Terinspirasi Gilles Villeneuve"Namun kemudian kami menurunkan mobil di Kuala Lumpur yang tidak mudah dikendalikan dan terasa lebih lambat. Kerja keras sepanjang akhir pekan dari kedua pebalap membuahkan hasil hingga mobil saat balapan hari ini tidak terlalu buruk. Apakah ia melaju sekencang yang seharusnya? Dengan paket upgrade yang ada, tentu belum sepenuhnya. Tetapi saya rasa ia mampu mengelola balapannya, ia tetap tenang, selain beberapa masalah track limits di mana saya punya strategi bagus: saya akan mengambil bantal dari hotel untuk ditaruh di bawah bokongnya, agar ia bisa benar-benar melihat jalan," tambahnya.
Lebih lanjut, drama di garasi Mercedes sempat memuncak pada lap ke-32 ketika sang pebalap melaporkan adanya cairan misterius di sekitar kakinya yang memicu kekhawatiran masalah reliabilitas mesin. Kendati demikian, tim teknik sama sekali tidak menemukan kejanggalan pada data telemetri, dan Wolff menduga cairan tersebut berasal dari botol minum sang pebalap sendiri. Di sisi lain, keluhan pedal rem yang terasa sangat panjang berhasil dijelaskan oleh tim sebagai akibat dari fenomena heat soak pada sistem pengereman pasca-pit stop yang langsung pulih begitu aliran udara pendingin kembali normal.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!