Pebalap bintang asal Turki, Toprak Razgatlioglu, dipastikan harus mengakhiri musim kompetisi MotoGP 2026 lebih cepat menyusul cedera bahu parah yang dialaminya. Keputusan pahit ini diumumkan secara resmi oleh timnya, Pramac Racing, setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis lanjutan yang menunjukkan bahwa kondisi cederanya jauh lebih serius dari perkiraan semula dan membutuhkan tindakan operasi segera.

Kecelakaan keras tersebut terjadi saat sesi latihan bebas kedua (FP2) di Sirkuit Mandalika, Indonesia. Insiden itu mengakibatkan dislokasi pada bahu kanan sang pebalap, yang sempat dikembalikan ke posisinya semula di garasi tim. Meskipun sempat memaksakan diri tampil dalam sesi kualifikasi pada hari Sabtu, Toprak akhirnya memutuskan mundur dari balapan utama pada hari Minggu akibat tak tertahankan rasa sakit yang mendera bahunya.

Dalam pernyataan resminya melalui media sosial tim, peraih tiga gelar juara dunia Superbike tersebut mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam karena harus melewatkan sisa seri musim ini, termasuk balapan di Sirkuit Phillip Island. Ia menyatakan bahwa Phillip Island merupakan salah satu sirkuit favoritnya di mana ia memiliki banyak kenangan istimewa sepanjang kariernya di ajang Superbike, sehingga absen dengan motor MotoGP terasa sangat berat untuk diterima.

- Advertisement -
Advertisement

Setelah berkonsultasi secara intensif dengan para dokter dan orang-orang terdekatnya, pebalap asal Turki itu menyadari bahwa naik meja operasi adalah satu-satunya jalan terbaik untuk memastikan pemulihan total. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak mudah diambil, namun hal itu merupakan langkah paling krusial demi masa depan kariernya agar bisa kembali kompetitif dan tampil dalam kondisi seratus persen fit di lintasan balap.

Baca Juga MotoGP Bakal Adopsi Dua Kualifikasi ala F1, Mulai Musim Depan?

Absennya Toprak tentu menjadi pukulan telak bagi kubu Pramac dan pabrikan Yamaha. Pabrikan asal Iwata tersebut sebelumnya menaruh harapan besar pada pengalaman luas sang pebalap dalam beradaptasi dengan ban Pirelli serta transisi regulasi teknis yang sedang dihadapi MotoGP. Sayangnya, cedera ini menghalangi kesempatan penting bagi Yamaha untuk memaksimalkan proses pengembangan motor menuju musim 2027 mendatang.

Kasus cedera bahu parah di Indonesia ini mengingatkan pada insiden serupa yang pernah dialami oleh beberapa pebalap top lainnya di masa lalu, seperti Marc Marquez dan Maverick Vinales, yang membutuhkan waktu panjang untuk pemulihan optimal. Sementara itu, untuk menghadapi seri Grand Prix Australia akhir pekan ini, tim Pramac dipastikan hanya akan menurunkan satu pebalap saja, yakni pebalap lokal kebanggaan tuan rumah, Jack Miller.