Sebuah langkah hukum terbaru kembali diluncurkan untuk mencoba menghentikan proyek pembangunan kembali infrastruktur balap MotoGP di wilayah Adelaide Park Lands. Upaya penolakan ini terus mengalir dari berbagai kelompok masyarakat yang mengkhawatirkan dampak lingkungan serta hilangnya ruang hijau publik akibat rencana kembalinya ajang balap motor bergengsi dunia tersebut ke kawasan bersejarah itu. Dinamika penolakan ini semakin memanas seiring dengan berbagai langkah hukum yang ditempuh oleh para aktivis.

South East City Residents Association (SECRA) mengungkapkan bahwa seorang pendukung anonim dari Adelaide Park Lands Association telah berkomitmen untuk mencocokkan donasi yang diberikan untuk perjuangan hukum ini antara 250 hingga 1000 dolar hingga tanggal 30 Oktober mendatang. Penggalangan dana ini menjadi krusial mengingat biaya operasional hukum yang dibutuhkan tidak sedikit demi membiayai tim pengacara dalam menghadapi gugatan terhadap pemerintah dan pihak terkait.

David Klingbergan menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi kajian hukum yang mendalam mengenai langkah-langkah yang bisa diambil. Menurutnya, terdapat landasan kuat berdasarkan Undang-Undang Olahraga Bermotor 1984 Australia Selatan serta Undang-Undang Perlindungan Lingkungan dan Konservasi Keanekaragaman Hayati tingkat federal yang memiliki peluang keberhasilan yang masuk akal di pengadilan.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam keterangannya, David Klingbergan menjelaskan bahwa Brian Hayes KC bertindak sebagai penasihat hukum secara pro-bono, namun mereka tetap memerlukan keterlibatan seorang solicitor dan junior barrister untuk mendampinginya. Selain itu, dana tersebut juga disiapkan untuk mengantisipasi kewajiban menanggung sebagian biaya hukum pihak pemerintah apabila gugatan ini nantinya dinyatakan tidak berhasil oleh pengadilan.

Langkah hukum ini merupakan tantangan spesifik kedua yang diluncurkan dalam waktu berdekatan terkait rencana MotoGP. Sebelumnya, seorang warga bernama Joshua Hogan juga sempat mencari upaya hukum berupa perintah injunksi untuk menghentikan pekerjaan pembangunan kembali yang sedang direncanakan di kawasan tersebut, menunjukkan betapa resistennya sebagian warga terhadap proyek ini.

Baca Juga Toprak Terkejut Pace MotoGP Misano: Sulit Menyalip, Kualifikasi Jadi Kunci

Sementara itu, Dewan Kota Adelaide baru saja merilis hasil temuan dari konsultasi publik yang sempat memicu kontroversi mengenai opini masyarakat terhadap proyek pembangunan tersebut. Berdasarkan lebih dari 3700 masukan yang diterima, sekitar 85 persen pengguna taman percaya bahwa mereka akan merasakan dampak negatif secara langsung dari pelaksanaan kegiatan tersebut.

Tidak hanya itu, survei tersebut juga mencatat bahwa 75 persen responden menyatakan kekhawatiran mendalam mengenai potensi hilangnya vegetasi alami, sementara 74 persen lainnya menyoroti ancaman serius terhadap satwa liar dan keanekaragaman hayati di kawasan lindung tersebut. Sebaliknya, hanya sekitar 10 persen responden saja yang mengharapkan dampak positif dari adanya proyek pembangunan kembali ini.