Sidang banding yang diajukan McLaren dan Red Bull terkait keputusan kontroversial di GP Monako akhirnya dijadwalkan. FIA mengonfirmasi bahwa pengadilan internasionalnya akan mendengarkan argumen kedua tim pada Selasa, 25 Agustus, di markas mereka di Paris.

Kronologi bermula ketika Pierre Gasly dari Alpine dijatuhi penalti speeding di pit lane, yang membuatnya turun dari posisi ketiga ke ketujuh. Namun, Alpine mengajukan hak peninjauan, dan FIA mengakui bahwa batas kecepatan di pit lane Monako salah dihitung. Akibatnya, penalti Gasly dicabut, dan ia kembali naik ke podium.

Keputusan ini memicu protes dari McLaren dan Red Bull. Mereka berargumen bahwa pembalap lain, termasuk Oscar Piastri dan Isack Hadjar, telah menjalani penalti serupa selama balapan. Menurut mereka, menghapus penalti Gasly menciptakan ketidakadilan karena mereka yang patuh aturan justru dirugikan.

- Advertisement -
Advertisement

Isack Hadjar, yang sempat merasakan podium pertamanya di F1 setelah Gasly diturunkan, harus mengembalikan trofi tersebut kepada rekan senegaranya. Ia finis keempat, satu posisi di depan Piastri yang juga menjalani penalti di tengah balapan.

Dalam pernyataannya, McLaren menekankan pentingnya konsistensi regulasi. "Kasus ini mengangkat pertanyaan penting tentang keadilan olahraga, konsistensi regulasi, dan integritas kompetisi," bunyi pernyataan tersebut. Mereka khawatir keputusan ini menciptakan preseden buruk di masa depan.

Baca Juga Piastri Ungkap Blunder Tikungan 14 di Belgian GP 2025, Norris Curi Pole!

Piastri sendiri menyuarakan kekhawatirannya. "Saya belum pernah melihat balapan seperti itu, dengan begitu banyak penalti speeding di pit lane," ujarnya. "Risikonya sekarang adalah setiap tim atau pembalap yang merasa penaltinya salah akan mencoba mengubahnya, dan kita tidak akan pernah tahu hasil resmi balapan."

Sidang akan berlangsung tertutup untuk umum. Keputusan final diharapkan bisa mengakhiri polemik yang telah berlangsung berminggu-minggu ini.