Pandeglang, Nusantara Media -Menyongsong peringatan Hari Santri Nasional 2026, para ulama, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan atau Forkopimcam Panimbang, tokoh masyarakat, serta ratusan santri berkumpul khidmat di Aula Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Selasa, 27 Oktober 2026. Agenda utama dari perhelatan ini adalah penyelenggaraan istighosah dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diinisiasi untuk mempererat tali silaturahmi serta merawat persatuan umat Islam di akar rumput.
Acara sakral ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Camat Panimbang, Supratman, yang dalam sambutannya memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu dan memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut. Supratman secara tegas menekankan bahwa kegiatan istighosah memiliki esensi yang sangat krusial sebagai sarana spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus memohon limpahan perlindungan, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh warga masyarakat.
Melalui momentum kebersamaan ini, Supratman berharap sinergi dan hubungan harmonis antara para ulama, umara, jajaran aparat pemerintah, dan masyarakat luas dapat semakin erat terjalin. Menurut pandangannya, kebersamaan dalam balutan kegiatan keagamaan merupakan salah satu instrumen penting guna merawat keharmonisan sosial serta membangkitkan kembali semangat gotong royong di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat yang kian kompleks dewasa ini.
Senada dengan hal tersebut, Camat Angsana, Acep Jumhani, S.Pd., M.M., turut hadir memberikan orasi penting mengenai urgensi menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam, khususnya dalam bingkai peringatan Hari Santri Nasional. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan istighosah tidak sekadar berfungsi sebagai wadah untuk memanjatkan doa bersama secara kolektif, melainkan juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Acep juga dengan tegas mengajak seluruh elemen masyarakat, terkhusus kalangan santri dan warga Nahdlatul Ulama atau NU, untuk senantiasa merawat serta melestarikan nilai-nilai luhur perjuangan para ulama dan para pendiri bangsa. Ia mengingatkan pentingnya meneladani keteladanan tokoh besar pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy'ari, dalam menjaga keutuhan umat dan merawat semangat nasionalisme kebangsaan.
Baca Juga TMMD ke-129 Pandeglang: Sinergi TNI dan Warga Patia Gaspol, Pengerasan Jalan Capai 300 MeterRangkaian kegiatan istighosah ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan unsur lintas sektoral dari berbagai instansi pemerintahan. Di antara jajaran yang hadir tampak Danramil 0117/Panimbang Kapten Inf Sutioso, Kapolsek Labuan AKP Badri, jajaran kepolisian sektor setempat, pendamping Kementerian Sosial Kecamatan Angsana, para ulama sepuh, kepala desa, serta perwakilan instansi terkait yang mengikuti jalannya acara secara seksama.
Dilaporkan oleh Tim Peliput, acara berlangsung tertib dengan diisi lantunan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar batiniah memohon keselamatan daerah. Peringatan Hari Santri Nasional dipandang sebagai refleksi historis atas kontribusi nyata santri dan ulama bagi Indonesia, di mana para santri mengemban amanah besar dalam menjaga moral bangsa, kerukunan antarwarga, serta berkontribusi positif bagi kemajuan daerah secara berkelanjutan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!