Juara dunia Formula 1 2016, Nico Rosberg, menilai Ferrari tidak mungkin memprioritaskan Lewis Hamilton atas Charles Leclerc dalam perebutan gelar juara 2026 pada tahap musim ini. Menurutnya, keputusan tersebut tidak masuk akal karena kedua pembalap memiliki level yang setara.

Ferrari datang ke Grand Prix Italia dengan kekacauan di GP Belanda, di mana tim tampak enggan menerapkan team order untuk membiarkan Hamilton melewati Leclerc, meski pembalap asal Monako itu menggunakan strategi berbeda. Situasi ini memicu spekulasi bahwa Ferrari seharusnya mendukung pembalap berkebangsaan Inggris itu dalam perburuan gelar.

Rosberg: Terlalu Dini untuk Memihak

Berbicara kepada Sky Sports F1 setelah kualifikasi di Monza, Rosberg yang pernah menjadi rekan setim Hamilton di Mercedes dari 2013 hingga 2016, menegaskan bahwa Ferrari tidak bisa melakukan itu. "Mereka punya dua pembalap nomor satu dengan level yang sama. Anda tidak bisa, di tengah musim, mengarahkan segalanya untuk Lewis. Ini terlalu dini dan tidak masuk akal," ujarnya.

- Advertisement -
Advertisement

Rosberg menambahkan bahwa meskipun dukungan penuh akan meningkatkan peluang Hamilton merebut gelar, tim harus realistis. "Dalam lima balapan terakhir, kedua pembalap Ferrari saling berdekatan hampir setiap balapan. Tentu ini mengorbankan performa dan poin Lewis, tetapi tim tidak bisa melakukan itu pada tahap ini melawan Leclerc. Itu tidak layak," jelasnya.

Sebelum GP Italia, Hamilton tertinggal 59 poin dari pemimpin klasemen Kimi Antonelli, sementara Leclerc terpaut 87 poin. Namun, Rosberg menilai balapan di Monza tetap krusial bagi banyak pembalap. "Ini balapan besar untuk kejuaraan hari ini. Ini kesempatan bagi George, Lewis, dan juga Lando untuk mencetak poin besar. Tapi Lando sepertinya di luar persaingan, dia tidak cukup cepat akhir pekan ini," katanya.

Baca Juga Mercedes Beri Penghormatan untuk Anggota Tim yang Meninggal di GP Belanda

Soal peluang Hamilton, Rosberg mengakui ekspektasi terhadap performa kualifikasinya sedikit meleset. "Kami berharap lebih dari kualifikasinya, tetapi tetap saja dia di posisi keempat dan memiliki mobil balap yang bagus. Dia bisa naik podium, meski saya tidak yakin dia bisa bertarung untuk kemenangan," pungkasnya.

Komentar Rosberg muncul di tengah dinamika internal Ferrari yang mulai memanas, dengan kedua pembalap sama-sama ambisius. Keputusan tim di masa depan akan menjadi kunci dalam menentukan arah perebutan gelar.