Persaingan MotoGP di luar lintasan mendadak memanas setelah Yamaha secara resmi mengumumkan keputusan mengejutkan untuk absen dari Grand Prix Qatar 2026. Keputusan ini diambil di tengah kesibukan paddock di Sirkuit Sepang, Malaysia, di mana isu keamanan terkait konflik di Timur Tengah menjadi perbincangan utama para petinggi tim dan promotor kejuaraan.

Sebelum pengumuman ini dirilis, aktivitas di balik layar berlangsung sangat intens untuk menentukan kepastian penyelenggaraan seri Qatar yang sebelumnya sempat tertunda akibat ketegangan geopolitik. Pihak MotoGP Sports Entertainment bersama penyelenggara GP Qatar sempat menegaskan bahwa balapan akan tetap berjalan sesuai rencana, bahkan Carlos Ezpeleta telah meninjau langsung fasilitas Sirkuit Internasional Lusail demi memastikan kesiapan optimal.

Kendati demikian, pabrikan asal Iwata tersebut mengambil langkah berbeda setelah melakukan evaluasi internal yang ketat terhadap kebijakan keselamatan perusahaan. Dalam pernyataan resminya pada hari Minggu, manajemen pabrikan Jepang itu menegaskan bahwa mereka tidak melihat adanya alasan kuat untuk mengubah kebijakan pembatasan perjalanan yang saat ini berlaku di seluruh lini korporasi mereka.

- Advertisement -
Advertisement

"Tras su ultima evaluacion de la situacion en Oriente Medio, Yamaha no ha encontrado motivos suficientes para modificar las restricciones de viaje vigentes en toda la empresa. En consecuencia, Yamaha ha comunicado al Grupo MotoGP su decision de no participar en el Gran Premio de Qatar de 2026. Esta decision refleja la valoracion que Yamaha hace de la informacion de la que dispone actualmente y es independiente de las medidas adoptadas por el Grupo MotoGP y el organizador del evento. Yamaha mantiene su pleno compromiso con MotoGP y espera volver a la competicion en el Gran Premio de Portugal," demikian bunyi pernyataan resmi tim.

Menanggapi langkah kontroversial tersebut, pihak promotor kejuaraan tidak tinggal diam dan langsung merilis tanggapan resmi yang menyatakan kekecewaan mendalam atas absennya salah satu tim pabrikan utama di grid. Mereka menilai bahwa jaminan keamanan yang telah diberikan oleh otoritas Qatar maupun lembaga penilai independen sudah lebih dari cukup untuk menjamin keselamatan seluruh personel yang terlibat di dalam paddock.

Baca Juga Bezzecchi Tercepat di Warm-up Mandalika, Jorge Martin Alami Crash

"MotoGP lamenta la decision de Yamaha de no participar en el Gran Premio de Qatar. Aunque reconocemos que el equipo esta sujeto a una politica corporativa mas amplia que restringe los viajes a Oriente Medio, no creemos que esta decision refleje las amplias garantias ofrecidas a todas las partes implicadas en el campeonato," balas pihak penyelenggara melalui keterangan tertulis.

Lebih lanjut, pihak promotor menegaskan bahwa absennya skuad Iwata ini tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa adanya sanksi atau tindakan lanjutan. Berdasarkan regulasi yang berlaku, konsekuensi hukum maupun olahraga kini tengah disiapkan dan akan segera diputuskan bersama FIM, sementara sisa kontestan lain dipastikan tetap akan ambil bagian di Sirkuit Lusail.